Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Oktober 2010

Pantas Diberi Kesempatan

Disaat Timnas minim prestasi PSSI selaku induk organisasi sepakbola tertinggi sepakbola di negeri ini serasa kelabakan. Beberapa jalan pintas pun coba dilakukan salah satunya yaitu menaturilisasi pemain berdarah Indonesia yang bermain di luar negeri seperti Jhon Van Beukering, Sergio Van Dick, dan Rafael Guilermo Eduardo. Sebelumnya pun dalam laga eksebisi timnas antara tim merah dan tim putih BTN (Badan Tim Nasional) telah mencoba beberapa pemain keturunan Indonesia yang bermain di luar negeri salah satunya Irfan Bachdim yang kini memperkuat salah satu klub ISL Persema Malang. BTN selaku badan yang bertanggungjawab menangani timnas terkesan memaksakan untuk tampil dalam laga uji coba melawan Uruguay, hal yang terlalu cepat karena secara hukum pemain – pemain itu belum resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Tak hanya itu secara tim mereka juga belum menyatu meski sudah berlatih bersama Bambang Pamungkas cs. Selain itu masih ada pemain – pemain asing yang kemampuannya tak perlu diragukan lagi yang bermain di kompetisi dalam negeri yang berniat menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) seperti Cristian Gonzales justru seakan disepelekan oleh PSSI, meski secara usia sudah tak terbilang muda tapi kualitasnya masih layak diandalkan utamanya dalam jangka pendek. Namun jika para pemain keturunan ini memiliki permainan dan pengalaman yang bagus, terlebih beberapa pemain keturunan tersebut pernah merasakan kompetisi level tertinggi di Belanda, serta pernah menjadi pemain timnas U-21 Belanda, maka rakyat Indonesia pantas berharap banyak. Kurangnya regenerasi di Timnas senior Indonesia juga bisa dijadikan alasannya, meskipun di kompetisi dalam negeri sendiri begitu banyak dijumpai pemain – pemain muda berkualitas seperti Yongki Ari Wibowo, Andik Vermansyah dan Oktavianus Maniani, tapi jam terbang internasional mereka yang belum begitu teruji, terlebih emosi mereka yang tergolong labil dan diperparah dengan hukuman wasit di kompetisi dalam negeri yang tak setegas dengan wasit luar negeri. Maka dari itu di era kepelatihan Alfred Riedl pemain muda tersebut mulai dicoba diberi kesempatan masuk skuad timnas senior dengan harapan mampu memberi nafas baru di timnas. Ada satu hal yang patut menjadi tanda tanya yaitu seberapa besarkah rasa nasionalisme mereka terhadap negeri leluhurnya ini ketika nantinya telah bergabung di timnas senior Indonesia, karena patut dicatat beberapa dari mereka juga pernah menghiasi skuad timnas U-21 Belanda tentu kesempatan untuk bermain di timnas senior Belanda juga begitu mereka dambakan, disinilah masalahnya dilihat darimana pun timnas Belanda dan timnas Indonesia jelas berbeda kelas begitu jauh. Dampak lain kesempatan bermain pemain asli pribumi akan sedikit tersaingi dengan adanya pemain naturilisasi, akan tetapi itu juga bisa membuat para pemain lokal untuk meningkatkan kualitasnya supaya tidak kalah saing dengan pemain keturunan dampak positifnya pun para pemain akan selalu berusaha untuk bermain sebaik mungkin setiap kali diberi kesempatan dan tentu ini akan menguntungkan bagi timnas sendiri karena bisa mencoba beberapa variasi pemain tanpa mengandalkan figur satu dua pemain saja seperti yang terjadi selama ini. Jika mereka memang benar – benar mempunyai niat untuk bergabung dengan negeri leluhurnya dan bukan tidak mungkin jika memang memiliki niat yang kuat untuk bergabung akan menjadi seperti Hamit dan Halil Altintop yang membela negara leluhurnya Turki yang mampu menorehkan prestasi bagi negara leluhurnya. Jadi apa salahnya mencoba untuk memberi kesempatan pemain keturunan yang di naturilisasi pada timnas senior Indonesia, akan tetapi lebih baik prioritaskan dulu pemain asing yang bermain di kompetisi Indonesia yang kemampuannya tak perlu diragukan lagi sebagai proyek jangka pendek. Jika itu terealisasikan timnas akan mengikuti jejak timnas Singapura yang sukses dengan pemain – pemain naturilisasinya, tetapi dengan syarat pemain naturilisasi itu memang berkualitas dan pengalamannya lebih dari pemain lokal. Jika itu terjadi bukan mustahil kombinasi pemain senior lokal, pemain muda, pemain keturunan dan pemain asing naturilisasi menghasilkan timnas senior yang begitu solid dan bisa memenuhi prestasi sesuai dengan harapan rakyat Indonesia.
Avirista Midaada
FISIP Universitas Brawijaya
Bojonegoro Jawa Timur 62113

Jumat, 30 April 2010

RESENSI BUKU

Judul buku : The Servant Leader (Pemimpin yang Melayani)
Pengarang : Robert P. Neuschel
Penerjemah : Dra. Ati Cahayani, MM
Penerbit : PT Indeks, Jakarta
Cetakan : pertama, 1998
Tebal : 154 halaman
Peresensi : Avi Rista Midaada

Pemimpin yang Melayani Umat, Bukan Pemimpin yang Dilayani
Pemimpin merupakan suatu pucuk dimana merekalah yang akan bertanggungjawab akan kinerja bawahannya. Selama ini ada anggapan yang salah di realita kehidupan dimana seorang pemimpin itu harus diperlakukan spesial oleh bawahannya. Padahal jika dilogika justru pemimpinlah yang seharusnya bertindak melayani anak buahnya. Dalam buku ini penulis begitu detail menggambarkan sisi lain pemimpin sebagai pelayan umat, bukan justru yang dilayani. Seorang pemimpin yang matang memiliki beberapa faktor diantara lain : tujuan yang jelas, suara yang lembut, tetapi tegas, namun terkadang perlu berteriak, cadangan energi yang besar, kematangan pikiran dan emosi, kedamaian dan ketenangan dalam diri yang mendukung stabilitas saat menghadapi kekacauan, ego yang bisa dikelola dengan baik, kebebasan dari arogansi dan suasana hati, perasaan kuat tentang hal yang benar - benar penting hingga insting untuk hal yang penting. Pemimpin yang baik dicontohkan tidak memarahi anak buah yang melakukan kesalahan, tapi bagaimana pemimpin itu mengajarkan dari kesalahan yang telah dilakukakannya. Seni memimpin bukanlah hal yang mudah layaknya belajar ilmu fisika, ilmu sejarah, dan ilmu - ilmu lainnya, tapi lebih dari itu seorang pemimpin harusnya mempunyai sebuah ilmu filosofi yang mengerti akan apa yang sedang dirasakan anak buahnya dan yang terjadi pada sekitar lingkup kepemimpinannya.
Penulis disini begitu jeli dengan memperkuat argumen - argumen dan filosfinya dengan tokoh - tokoh dunia seperti Plato, Aristoteles, Robert Crandall, Alexander Agung dan lain - lainnya. Tak hanya itu pengalaman penulis kala sebagai angkatan darat AS, Profesor di bidang pengelolaan perusahaan di Kellogg School of Management dan direktur mitra senior pada McKinsey & Company membuatnya penulis bisa menggugah pembaca dan membawa pembaca pada kisah - kisah nyata nan heroic pada kehidupan seorang pemimpin. Penulis juga menjabarkan begitu jelas bagaimana visi misi seorang pemimpin yang benar - benar melayani umat dengan filosofi - filosofi kepemimpinan dari pemimpin - pemimpin dunia yang tersohor.
Buku ini merupakan bacaan wajib bagi para pemimpin dan pengajar kepemimpinan di seluruh dunia. Buku ini memuat seharusnya seperti apa pemimpin itu bertindak kepada bawahannya. Namun bagi pembaca pemula buku ini memang terlalu serius dan sulit dipahami dikarenakan buku ini dilengkapi filsafat - filsafat kepemimpinan ala pemimpin - pemimpin dunia. Selain itu beberapa kata di buku ini sulit dipahami bagi kalangan awam seperti contoh kata - kata CEO.
Buku ini mengandung sejuta pelajaran yang wajib dipelajari oleh para pemimpin dan manager di seluruh penjuru dunia sehingga dengan itu mereka bisa mengemban amanah yang diberikan. Buku ini layak dibaca bagi kita yang ingin memperdalam tentang ilmu kepemimpinan. Tak hanya itu sebagai umat islam, dimana kata Rasulullah Saw setiap orang adalah pemimpin. Maka buku The Servant Leader adalah bacaan yang berisi, supaya kita benar - benar menjadi pemimpin yang dicontohkan Rasulullah Saw yaitu pemimpin yang melayani dan mengabdi kepada masyarakat bukan pemimpin yang minta dilayani apalagi dengan meminta segala fasilitas yang diluar kewajaran.
Avi Rista Midaada (XII IPS 1)

Rabu, 14 April 2010

Drama Sinetron Century dan Gayus


Bak drama sebuah sinetron yang panjang berepisode- episode. Satu kalimat tersebut pantas kita capkan pada rentetan kasus diaktori oleh mantan Kabareskrim Kompol Susno Duadji. Bagaimana tidak tentu masyarakat Indonesia masih hijau ingatannya mengenai kasus kriminalisasi KPK yang menyeret dua petinggi KPK Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah. Kasus yang gempar seiring testimoni Antasari Azhar bahwa ada pimpinan KPK yang juga menerima uang dari Anggodo Widjojo adik dari Anggoro Widjojo tersangkan kasus korupsi yang divonis bebas karena ditengarai kongkalikong dengan Polri. Susno yang diduga terlibat, balik melaporkan KPK dengan tuduhan pencemaran nama baik dan penyalahgunaan wewenang dalam memeriksa Anggodo. Terbukti kasus itu menguap begitu saja, berkat investigasi tim independen bentukan Presiden SBY Bibit dan Chandra bebas. Belum reda isu tersebut rakyat lagi - lagi digegerkan dengan kasus dana aliran ke Bank Century senilai 6,7 Triliyun yang entah ke mana dana itu saat ini. Lagi - lagi Susno Duadji turut berperan dan mengetahui prosesnya karena kapasitasnya sebagai Direktur Kabareskrim Polri.
Headline pun penuh dengan dana fiktif tersebut, rakyat pun terkejut dan “berteriak”. Tentu teriakan paling latang oleh para nasabah Bank Century yang kini berganti nama menjadi Bank Mutiara. Dikomandoi oleh Sri Gayatri mereka berteriak meminta keadilan yang seakan “sulit” didapatnya. Hem, menarik bukan? tak kalah menariknya dengan sinetron ”Cinta Fitri” yang banyak ditonton oleh masyarakat. Kasus Century tersebut menyeret beberapa nama yang tak tanggung - tanggung, dari Susno Duadji sendiri, Sri Mulyani Indrasari Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu jilid II hingga orang nomor dua di negeri ini M. Boediono, yang sebelum menjabat Direktur Bank Indonesia. Dua orang yang terakhir dinilai adalah orang yang paling bertanggung jawab memberikan suntikan dana fantastis tersebut ke Century yang akhirnya tak tahu entah ke mana dana itu sekarang. Dari pihak intern Century Robert Tantular selaku pemilik sebagian saham juga diperiksa, tapi dalam pemeriksaan itu cenderung berputar - putar tak jelas. DPR RI pun gerah melalui interupsi akhirnya DPR RI membentuk Pansus Century yang dipimpin oleh politisi dari fraksi Golkar Idrus Marham. Bekerjasama dengan BPK (BadanPemeriksa Keuangan), PPATK (Pusat Pemeriksaan Transaksi Keuangan) dan KPK bergerak cepat. Namun, dari beberapa keputusan memanggil beberapa saksi seperti Boediono, Sri Mulyani, Susno Duadji dan beberapa pejabat BI, tak diperoleh hasil yang diharapkan rakyat. Justru sebaliknya yang ada pansus sendiri malah ribut sendiri mulai dari Ruhut vs Maruar Sirait hingga puncaknya pada sidang paripurna pada 3 maret lalu yang diwarnai pelemparan botol minuman oleh anggota dewan.
Kasus ini pun semakin bias dan tak jelas arahnya ketika Susno Duadji yang dimutasi dari Dirut Kabreskrim digantikan Kompol Ito Sumardi “merdu bernyanyi” bahwa ada mafia kasus (markus) yang melibatkan jenderal Polri dan Direktorat Pajak. Rakyat pun kian terperengah dan melolong bin miris melihat ulah para atasan “berulah”. Dalam jumpa pers di Palembang Susno Duadji membeberkan orang - orang yang terlibat di kasus markus pajak ini. Gayus Tambunan karyawan Direktorat Pajak sebagai lakonnya, jenderal Polri pun tak luput. Susno “bernyanyi” bahwa korpsnya tersebut terlibat markus pajak yang merugikan negara sebesar 25 miliar, angka yang memang masih kalah fantastis dengan 6,7 triliyun Century. Edmon Ilyas dan Raja Erizman disebut Susno terlibat kasus itu. Kapolri Bambang Hendarso kelabakan jenggot akibat “pernyataan” anak buahnya itu. Polri pun bertindak memanggil Susno meminta klarifikasi dan meminta menunjukkan bukti tersebut. Alih - alih mengungkap kasus Susno malah ditetapkan sebagai tersangka pencemaran nama baik yang diadukan balik oleh Edmon Ilyas yang kala itu menjabat sebagai Kapolda Lampung dan Raja Erizman. Satgas anti mafia yang dikomandoi oleh Kuntjoro Mangkubroto bertindak dan memanggil Susno, melalui salah satu anggotanya Denny Indrayana yang juga merupakan staf khusus Presiden bidang hukum mengatakan benar adanya jika ada indikasi penyelewengan dan mafia kasus pajak.
“Kick off” pun dimulai seperti halnya kasus Century publik pun begitu antusias mengikutinya semenarik pertandingan sepak bola. PPATK membeberkan bukti bahwa ada dana mencurigakan ke rekening Gayus di tiga bank berbeda, jika di total mencapai 28 miliar. Gayus pun menjadi target Polri dan satgas anti mafia, Susno yang sebelumnya menjadi tersangka, justru mendapat dukungan dari berbagai pihak dan memintanya untuk terus “bernyanyi” lebih merdu lagi. Susno pun mengungkapkan bahwa ada ruangan makelar kasus di sebelah ruangan Kapolri, meski ungkapan itu benar atau tidak, nyatanya publik dikejutkan dengan status penetapan tersangka dari tiga anggota Polri. Polri pun tak mau kecolongan, bersama satgas mafia kasus mengatakan tak ada kata lain selain menangkap dalang utamanya Gayus Tambunan pegawai pajak golongan III A bergaji 12 juta per bulannya. Gayus kabur ke Singapura, setelah kasusnya popular, disinilah drama sinetron episode berikutnya dimulai. Dikarenakan Indonesia tak ada perjanjian ekstradisi dengan Singapura tersebut maka Indonesia tak bisa menangkap Gayus dan beberapa koruptor lainnya seperti Edi Tansil dan Anggoro Widjojo yang “kabur” ke negeri singa itu. Polri dan satgas mafia hukum pun berangkat ke Singapura, setelah melacak sinyal handphone milik istri Gayus akhirnya bisa “menangkap” Gayus. Polri menilai Gayus menyerahkan diri tapi dari beberapa versi ada yang mengadakan ditangkap saat sedang makan malam di sebuah restoran Padang di Singapura.Gayus pun berhasil dibawa pulang ke Indonesia, kasus ini memasuki babak baru setelah sebelumnya “bermain” di babak pertama. Gayus pun juga “bernyanyi” bahwa yang dia lakukan adalah biasa dan terjadi pula dilainnya, Gayus pun juga mencokot jenderal Polri seperti layaknya yang dilakukan Susno Duadji, Kapolri pun memberhentikan Brigjen Edmon Ilyas sebagai Kapolda Lampung untuk memudahkan pemeriksaan. Pengusaha Andi Kosasih, Haposan Hutagalung, dan beberapa anggota polisi ditetapkan sebagai tersangka. Kabar terakhir pada surat kabar harian Jawa Pos tanggal 8 April 2010, Gayus juga menyebutkan ada 13 orang lagi yang terlibat. Benar - benar sebuah hal yang luar biasa, ternyata tidak hanya sholat saja yang dilakukan berjama’ah, tapi juga korupsi juga demikian.
Belum selesai Kasus Century dan lagi booming-nya kasus Gayus, BPK dan PPATK menemukan dana mencurigakan di salah satu mantan pegawai Dirjen Pajak yang bernilai 100 miliar. Temuan ini memang masih dalam penyelidikan lebih lanjut, mengingat gaji dan pendapatan orang tersebut tak masuk akal. Mirip dengan kasus Gayus tentunya, yang “hanya” bergaji 12 juta golongan III A tapi punya tabungan senilai 28 miliar, rumah mewah senilai 2 miliar, dan beberapa aset wah lainnya. Rakyat pun murka dana pajak yang mereka bayar untuk membangun negeri ini masuk ke kantong seseorang, persis dengan drama Century demonstrasi di mana - mana. Protes melalui situs jejaring sosial Facebook kian merambah. Grup Facebook tolak membayar pajak demi keadilan kian hari kian membludak. Bahkan hingga artikel ini ditulis grup tersebut telah hampir beranggotakan 100 ribu facebookers. Saya sendiri menilai sangat wajar rakyat mengekspresikan kemarahannya tersebut dan berharap pemerintah mendengar jeritan rakyat kita yang kian hari kian depresi dengan kerasnya kehidupan. Terbukti dari salah satu survey menghasilkan 94% rakyat Indonesia sudah mengalami depresi, dari depresi ringan hingga berat. Temuan yang tidak mengenakkan tentunya apalagi diperparah dengan ulah para koruptor, aparat keamanan dan penegak hukum yang bermain kongkalikong “ngembat” uang rakyat.
Memang sejauh ini penegakan hukum di negeri ini cenderung setengah - setengah dan tidak adil. Para koruptor yang “ngembat” uang rakyat miliaran dibiarkan berlenggang, mungkin jika dijebloskan ke penjara selalu ada pengurangan hukuman, entah karena dinilai bersikap kooperatif, bertingkahlaku baik dan sopan,hingga pura - pura sakit ketika diperiksa hingga bisa mengambil hati penegak hukum. Tak hanya itu, kasus - kasus yang belum usai dan belum ada hasilnya sering bias jika ada kasus baru yang lebih menarik, tak usah jauh - jauh kasus Century yang sebelumnya bergaung kini kalah porsi berita dengan kasus Gayus yang menyebabkan perkembangan kasus Century sendiri tak diketahui rakyat. Belum lagi “sinetron baru” kasus dana mencurigakan senilai 100 miliar rupiah ini yang bisa juga membiaskan kasus Gayus dan menutup kasus Century. Hem, tentu para koruptor kian tertawa lantang jika kasusnya tak lagi begitu diekspos kencang dan diketahui rakyat sehingga mereka bisa sedikit mengelus dada.
Tampaknya Presiden harus menetapkan regulasi lebih tegas mengenai maling - maling uang rakyat yang kian hari kian berjama’ah dan tak tersentuh hukum. Jika uang di tabungan Gayus senilai 28 miliar jika kita gunakan untuk memberi makan orang miskin yang kelaparan di negeri ini mungkin sudah hampir keseluruhan gizi mereka tercukupi atau mungkin uang sebesar itu digunakan untuk membangun sekolah. Sudah tentu sekolah - sekolah yang dalam kondisi buruk pasti disulap layak pakai. Kita selaku rakyat tinggal menunggu saja apa yang akan dilakukan Polri, KPK, Satgas Anti Mafia, PPATK, dan BPK dalam mengusut kasus Century dan kasus Gayus. Semoga saja harapan rakyat bisa diemban di pundak mereka, atau setidaknya menghukum seberat - beratnya kepada tersangka kasus - kasus korupsi dan makelar kasus lainnya supaya rakyat Indonesia tak lagi teriak dan depresi karena kemiskinan yang berkepanjangan. Hem, kita tunggu saja sinetron Century dan Gayus in series layaknya sinetron “Cinta Fitri” ini bisa berakhir sesuai harapan kita semua. Menangkap tersangka, mengungkap kasus - kasus lainnya dan menghukum seberat - beratnya.
Avi Rista (XII IPS 1)

Sabtu, 20 Februari 2010

Football anarchism Culture Indonesia


Still remember you with the events on September 4, 2006 or the so-called event asu patio. Event insurance is an event that overhang anarchism by Bonek Mania Persebaya supporter groups, when his team suffered kekekalahan 0 to 2 against their sworn enemies Arema Malang on 10 November Stadium, Surabaya. As it stands burned Bonek under scoring board, in addition to burning field rerklame board, fence damage, and damage to facilities - existing facilities at the stadium. That's not enough Bonek kebringasan continue outside the stadium, 2 police cars were burned, 1 unit quiz show car was damaged, the bus Arema players had also become the victims, passing road users around the stadium was not lost on the follow Bonek anarchism. At least 4 cars that crossed the road near the stadium area Gelora 10 November destroyed, even one of them is a car belonging to the TNI Navy officials, the police can not do anything - anything that Bonek kebringsan increasingly become - so. As a result of the incident the police arrested dozens of people to diintrogerasi. Not only that Komdis (Discipline Commission) PSSI act soon enough to give severe sanctions, Bonek 2 years should not be supported Persebaya, Persebaya receive the effects were fined 600 million, not 2 years supported by Bonek Mania, and 6 times eviction action.
Events above is not the one - the only soccer riots in this country, if we look further unrest has occurred since the era of the League Galatama, even when the league changed its name to the League Galatama Indonesia in 1991 riots - riots supoter increasingly mushrooming. There are several causes that lead to acts of anarchism in Indonesian football.
Court decisions that do not match the one firm, if the visitors defended the referee's camp hosts sometimes do not always accept that there beating the referee by a player or even host supoter. For example, when the action Liga Indonesia Liga 2004-2005 season between the host Persikota vs. PSMS Medan Tangerang at Benteng Stadium, Tangerang. As a result of the referee's decision to impose effective penalties to reward Persikota and one red card defender due to a violation Persikota hard, Castle Mania (supoter Persikota Tanggerang) acting. They pelted the bench for the visitors with a bottle of liquor, not just the audience, fans also pelted the players who have the middle ground with the object - something hard like stone, wood, etc.. This action was characterized peman fistfights and beatings between the referee by the home team official.
The next factor is supoter immaturity. This happens because the audience did not accept defeat Legowo hero team. Case vs. Persebaya Arema above example, immaturity Bonek in accepting defeat on their enemies make act anarchists. Should each - each club record with identity supoternya name, home address accompanied by a clear agreement both ready to accept defeat on home turf and in the cage opposite, in agreement also described sanctions - sanctions that are given if berulahm either entered the stadium ban, the administrative fine to the perpetrators to drag into the law. This action as a preventive effort to reduce acts of anarchism, is also directly affect the referee's leadership in the field, the referee supoter not intervened by the host, the better umpires in making decisions. The visitors did not have to be afraid to play under the support of thousands of home team supoter.
Factors player itself can also trigger anarchism audience. If the players play hard and rough, would automatically provoke the emotions of the supoter. Not only that, the behavior of the players on the field too often influential, examples of behavior when celebrating a goal, walking off the court to be replaced by another player or get red cards, diving or play - pretend to fall expect violations, usually in the penalty box, slow game with the field lying in the middle of the temple - the temple of injury and to prolong the throw-in, goal kick (especially goalkeepers) and corner kicks. All this is usually done by teams that have superior and want to secure a score, a thing which is not prohibited, but it could be bad.
Primordialism also includes the dominant factor. Primordialism also includes the dominant factor. Primordialism is a view or ideologies that hold firm - firm things - things that was brought from his childhood, both of traditions, customs - customs, beliefs, and all that is in the home environment or primordialism can say is excessive pride to the region of origin. A strange thing that no longer if the dispute begins supoter of pride in their home areas so hated in other regions. Recorded in football there are several camps Indonesia supoter a friend to other supoter hostile camps. The Jack Mania (Supporting East Bengal Club), Champions (Supporting Arema Malang), The Mac Manz (Supporting PSM Makassar), La Mania (Manchester United supporters Lamongan) and Pasoepati (Supporting Persis Solo). While other competitors faction is Bonek Mania (Persebaya supporters), Viking (Arsenal supporters Bandung), Slemania (supporting PSS Sleman), Pusamania (Persisam supporters Samarinda), Boromania (supporting Persibo Bojonegoro), Ultras Mania (supporting Gresik United) and Sakera Mania (PSMS supporters Pasuruan). Ascertained if the two parties are supporting the team which will meet supporters clashes, for example action vs. Persebaya Arema above, Persibo vs Manchester United Lamongan who confirmed last summer, Arema vs PSMS Pasuruan, too, though they are neighboring regions like Bojonegoro and Lamongan. Of all the hot action of Arsenal vs Liverpool Bandung, since the kingdom Bandung and Jakarta have had a disagreement, Persebaya vs. Manchester United and Liverpool vs Persebaya third quarter money. Thus if the action is usually - the game lasted the visitors were prohibited from taking supoternya. There is also primordialism because age club longer than one city team, Watford and Persikota Tanggerang example, the same - the same from Tangerang town but both teams have never gotten along. This happens because the team Persikota older than Watford have felt more pride than that under the auspices of Persita Tangerang regency, but it is a performance superior to Watford old brother Persikota. So do not be surprised if the action - action always took place Derby Tanggerang burning, Derby East Java ranks first cause of unrest in the national football. From outside Java Mania perseturuan between Roma (Roma supporters) and The Mac Manz (PSM Makassar supporters) is equally hot.
There is one event that may remember the football lovers of Indonesia that is the case of anarchism "great" involving 8 groups of supporters from different teams - a big difference in the Liga 8 seasons from 2006 to 2007 at the Bung Karno Stadium, Senayan, Jakarta. Eight groups, The Jack supoter Mania, The Mac Manz, Bonek Mania, Mania Roma, Viking, Champions, ax and Smeck (supporting PSMS Medan), and Persikmania (supporting Persik Kediri). In the event that 2 supoter Persipuran and The Jack Mania 1 killed while security forces also died. Not only that Bung Karno Stadium, Senayan, Jakarta, which will be the venue for the Asian Cup that time Indonesia became one of his hosts. Some time ago was sentenced to Arsenal and Persebaya 2 fight cage without spectators as a racist song "Anti Jack Mania, Anti La Mania and Anti Champions". Bonek sentence was added by Komdis for doing a scene when the way to Bandung. So do not be surprised if it supports the Indonesian national team but there is still a banner that read "Dead Until Liverpool", "Pasoepati Solo", "My life Ijo pickpocket" and so forth.
It was now difficult to see the football free from anarchism Indonesia when the referee, players, spectators, and PSSI's not the same - the same clean, including the 4 objects that determine the black and white football our country. PSSI also as regulatory and legal regulations must clearly and unequivocally any breach, not to riot supporters, scuffles between players until the beatings of the referee by a player does not happen again. The government should also be a mediator of conflict settlement among fans who have rooted like Surabaya to Solo, Bojonegoro with Lamongan, Surabaya with Lamongan, and Surabaya with Lamongan, so there's no beatings every person wearing Bonek in Lamongan and Malang or wearing Champions in Surabaya . Therefore, we hope to create a safe at the stadium will affect people - people for rushing - bonding come to the stadium to take his family and for family recreation. Indonesia football forward, fly garudaku ...
Avi Rista Midaada (XII IPS 1)

Indonesia Need Change


Thursday, January 28, 2010 completed the 100-day government of SBY-Boediono the United Indonesia Cabinet of his Volume II. Well before the official United Indonesia Cabinet sworn in Volume II arrange various work programs including the eradication of corruption and mafia law. Indeed, if we are flashbacks to the back of the United Indonesia Cabinet part I like how the people hailing the success of the eradication of corruption through an institution called the KPK (Corruption Eradication Commission). Through these institutions billions of state money could be saved and the perpetrators had been thrown into bars. But if we look at the performance of other institutions not exactly as expected.
100-day rule of United Indonesia Cabinet Volume II has traveled, but not everything went smoothly gravel - pebble sharp intercept bus speed driven wheels and Boediono SBY. If the religion we know of 100 days after the death of someone greeted with Yasin and tahlil. But if the government of SBY 100 days Boediono not, just the opposite color direct demonstration speech. It's a risk it, but after what the demands of demonstrators is not as easy to say it, run it as easily reverse the palm of the hand. Instead of siding with SBY Boediono but was in fact in the field showed that, how could a president can watch one by one person in the country that has nearly 200 million inhabitants.
Several important programs have been awaited by the people in the next 5 years, but I think 100 days is a reflection of the next 5 years is true. If 100 days are still many programs that have not been successful and how to run a maximum of 5 years? Actually SBY task Boediono and United Indonesia Cabinet Volume II only continue what has been achieved by the United Indonesia Cabinet Part I. But the problem now seems to be that difficult, instead of more mature in dealing with a problem of the people, but just the opposite looks like a stutter and a new beginners to learn politics.
Century Bank case, the legal mafia, corruption, education marutnya vulgar, improving the economy will be a PR (Homework) extraordinary weight for SBY Boediono its board. It is not possible if the people fail in the middle of the road cheering previously changed 180 degrees SBY SBY back demands or even revile. Indonesia needs a change and moves to the front. 100 days for granted Boediono SBY government became a positive reflection of 5 years to come. SAVE
INDONESIA NOW!
Avi Rista (XII IPS 1)

Indonesia Butuh Perubahan


Kamis 28 Januari 2010 genap 100 hari pemerintahan SBY -Boediono dengan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II nya. Ya sebelum resmi dilantik Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II menyusun berbagai program kerja di antaranya pemberantasan korupsi dan mafia hukum. Memang jika kita flashback ke belakang pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I bagaimana rakyat seolah mengelu- elukan kesuksesan dengan pemberantasan korupsinya melalui sebuah lembaga bernama KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Melalui lembaga ini bermilyar uang negara bisa diselamatkan dan para pelakunya berhasil dijebloskan ke jeruji besi. Tapi jika kita tengok kinerja lembaga lain justru tak sesuai yang diharapkan.
100 hari pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II telah dilalui, tapi tak semuanya berjalan dengan mulus kerikil - kerikil tajam mengadang laju roda bus yang dikendarai SBY dan Boediono. Jika di agama kita mengenal 100 hari setelah kematian seseorang disambut dengan yasin dan tahlil. Tapi jika 100 hari pemerintahan SBY Boediono tidak demikian, justru sebaliknya sambutan demo langsung mewarnai. Sudah resiko memang, tapi bagaimanapun apa yang menjadi tuntutan pendemo tidak semudah mengucapkannya, menjalankannya pun semudah membalikkan telapak tangan. Bukannya berpihak pada SBY Boediono tapi memang kenyataannya di lapangan menunjukkan itu, bagaimana mungkin seorang presiden dapat mengawasi satu per satu orang di negara yang memiliki hampir 200 jutaan penduduk.
Beberapa program penting telah ditunggu oleh rakyat dalam 5 tahun ke depan, tapi rasanya 100 hari merupakan cerminan 5 tahun ke depan memang ada benarnya. Jika 100 hari saja masih banyak program yang belum berhasil dan maksimal dijalankan bagaiman dengan 5 tahun ke depan? Sebenarnya tugas SBY Boediono dan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II hanya meneruskan apa yang sudah diraih oleh Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I. Tapi yang jadi permasalahan sekarang tampaknya hal itu sulit diwujudkan, bukannya malah lebih dewasa dalam menyikapi suatu persoalan rakyat, namun justru sebaliknya terlihat gagap dan seperti seorang pemula yang baru belajar berpolitik.
Kasus Bank Century, mafia hukum, KKN, carut marutnya dunia pendidikan, peningkatan perekonomian akan menjadi PR (Pekerjaan Rumah) yang luar biasa berat bagi SBY Boediono beserta jajarannya. Bukan tidak mungkin jika gagal ditengah jalan rakyat yang dahulunya mengelu-elukan SBY berubah 180 derajat menuntut SBY mundur atau bahkan mencaci maki. Indonesia membutuhkan perubahan dan gebrakan ke depannya. Sudah selayaknya 100 hari pemerintahan SBY Boediono menjadi cerminan positif 5 tahun yang akan datang. SAVE INDONESIA NOW!!!
Avi Rista (XII IPS 1)

Budaya Anarkisme Sepak Bola Indonesia



Masih Ingatkah anda dengan peristiwa tanggal 4 September 2006 atau yang disebut peristiwa asu emper. Peristiwa asu emper itu merupakan peristiwa anarkisme oleh Bonek Mania -kelompok supporter Persebaya- saat timnya mengalami kekekalahan 0 - 2 melawan musuh bebuyutan mereka Arema Malang di Stadion Gelora 10 November, Surabaya. Saat itu Bonek membakar tribun di bawah scoring board, membakar papan rerklame disamping lapangan, merusak pagar pembatas, dan merusak fasilitas - fasilitas yang ada di dalam stadion. Tak cukup itu saja kebringasan Bonek berlanjut di luar stadion, 2 mobil polisi dibakar, 1 unit mobil siaran ANTV dirusak, bus pemain Arema pun juga jadi korban, pengguna jalan yang lewat di sekitar stadion pun tak luput dari tindak anarkisme Bonek. Setidaknya 4 mobil yang melintas di kawasan Jalan dekat stadion Gelora 10 November dirusak, bahkan salah satunya merupakan mobil milik petinggi TNI AL, polisi pun tak bisa berbuat apa - apa karena kebringsan Bonek kian menjadi - jadi. Akibat dari peristiwa itu puluhan orang ditangkap polisi untuk diintrogerasi. Tak hanya itu Komdis (Komisi Disiplin) PSSI pun segera bertindak dengan memberi sangsi yang cukup berat, 2 tahun Bonek tidak boleh mendukung Persebaya, Persebaya pun terkena imbasnya denda 600 juta, 2 tahun tak didukung oleh Bonek Mania, dan 6 kali laga usiran.
Peristiwa di atas bukan merupakan satu - satunya peristiwa kerusuhan sepak bola di negeri ini, Jika kita cermati lebih lanjut kerusuhan sudah terjadi sejak era Liga Galatama, bahkan ketika Liga Galatama berganti menjadi Liga Indonesia pada tahun 1991 kerusuhan - kerusuhan supoter kian menjamur. Ada beberapa penyebab yang menyebabkan tindak anarkisme di persepakbolaan Indonesia.
Keputusan pengadil pertandingan yang tidak tegas merupakan salah satunya, jika wasit membela tim tamu terkadang kubu tuan rumah selalu tidak terima sehingga terjadi pemukulan kepada wasit oleh pemain tuan rumah atau bahkan supoter. Sebagai contohnya ketika laga Liga Indonesia Divisi Utama musim 2004-2005 antara tuan rumah Persikota Tanggerang vs PSMS Medan di Stadion Benteng, Tanggerang. Akibat keputusan wasit yang memberikan hukuman penalti kepada Persikota dan mengganjar kartu merah salah seorang pemain belakang Persikota akibat pelanggaran kerasnya, Benteng Mania (supoter Persikota Tanggerang) berulah. Mereka melempari bangku cadangan tim tamu dengan dengan botol minuman, tak hanya bangku penonton suporter juga melempari para pemain yang ada ditengah lapangan dengan benda - benda keras macam batu, kayu, dsb. Laga ini pun diwarnai baku hantam antar peman dan pemukulan wasit oleh official tim tuan rumah.
Faktor berikutnya yaitu ketidakdewasaan supoter. Hal ini terjadi karena penonton tidak legowo menerima kekalahan tim pujaannya. Kasus Persebaya vs Arema di atas contohnya, ketidakdewasaan Bonek dalam menerima kekalahan atas musuh bebuyutannya membuat mereka bertindak anarkis. Seharusnya masing - masing klub mendata supoternya dengan identitas nama, alamat rumah yang jelas disertai perjanjian siap menerima kekalahan baik di kandang sendiri maupun di kandang lawan, dalam perjanjian itu juga dijelaskan sangsi - sangsi yang diberikan jika berulahm entah larangan masuk stadion, denda administrasi kepada si pelaku hingga menyeret ke hukum. Tindakan ini sebagai upaya preventif mengurangi tindak anarkisme, secara langsung ini juga mempengaruhi kepemimpinan wasit yang ada di tengah lapangan, semakin wasit tidak diintervensi oleh supoter tuan rumah, wasit akan semakin baik dalam mengambil keputusan. Tim tamu pun tak perlu takut bermain di bawah dukungan ribuan supoter tim tuan rumah.
Faktor pemain itu sendiri juga dapat memicu anarkisme penonton. Jika pemain bermain keras dan kasar, secara otomatis akan memancing emosi para supoter. Tak hanya itu, tingkah laku sang pemain di lapangan juga kerap berpengaruh, contoh tingkah laku ketika merayakan gol, berjalan keluar lapangan untuk diganti dengan pemain lain ataupun terkena kartu merah, diving atau berpura - pura jatuh mengharapkan pelanggaran, biasanya di dalam kotak penalti, memperlambat permainan dengan tergeletak di tengah lapangan pura - pura cedera dan memperlama dalam melakukan lemparan ke dalam, tendangan gawang (terutama penjaga gawang) dan tendangan sudut. Semua ini biasanya dilakukan oleh tim yang telah unggul dan ingin mengamankan skor, sebuah hal yang tidak dilarang, tapi bisa berdampak buruk.
Primordialisme juga termasuk faktor yang dominan. Primordialisme juga termasuk faktor yang dominan. Primordialisme adalah sebuah pandangan atau paham yang memegang teguh - teguh hal - hal yang dibawa sejak kecil, baik mengenai tradisi, adat - istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan asal atau bisa dikatakan primordialisme adalah kebanggaan yang berlebih kepada daerah asalnya. Sebuah hal yang tidak asing lagi jika pertikaian supoter berawal dari kebanggaan pada daerah asalnya sehingga membenci daerah lain. Tercatat di sepak bola Indonesia ada beberapa kubu supoter yang berteman untuk memusuhi kubu supoter lainnya. The Jack Mania (Pendukung Persija Jakarta), Aremania (Pendukung Arema Malang), The Mac Manz (Pendukung PSM Makasar), La Mania (pendukung Persela Lamongan) dan Pasoepati (Pendukung Persis Solo). Sedangkan kubu pesaing lainnya yaitu Bonek Mania (pendukung Persebaya Surabaya), Viking (pendukung Persib Bandung), Slemania (pendukung PSS Sleman), Pusamania (pendukung Persisam Samarinda), Boromania (pendukung Persibo Bojonegoro), Ultras Mania (pendukung Gresik United) dan Sakera Mania (pendukung Persekabpas Kabupaten Pasuruan). Dipastikan jika kedua kubu mendukung timnya yang saling bertemu akan terjadi bentrok suporter, contoh laga Persebaya vs Arema di atas, Persibo vs Persela Lamongan yang dipastikan berlangsung panas, Arema vs Persekabpas Kabupaten Pasuruan pun demikian, meski wilayah mereka bertetangga layaknya Bojonegoro dan Lamongan. Dari semua itu yang panas tentu laga Persija vs Persib Bandung, sejak zaman kerajaan Bandung dan Jakarta sudah mengalami perselisihan, Persebaya vs Persela dan Persebaya vs Persija setali tiga uang. Maka dari itu biasanya jika laga - laga itu berlangsung tim tamu dilarang membawa supoternya. Ada juga primordialisme karena usia klubnya lebih lama dari tim satu kotanya, Persita dan Persikota Tanggerang contohnya, sama - sama dari kota Tanggerang tapi kedua tim tak pernah akur. Ini terjadi karena tim Persikota yang lebih tua dibandingkan Persita merasa lebih punya gengsi dibandingkan Persita yang dibawah naungan Pemkab Tanggerang, namun justru secara prestasi Persita lebih unggul dibandingkan saudara tuanya Persikota. Jadi jangan heran bila laga - laga Derby Tanggerang selalu berlangsung membara, Derby Jatim menempati urutan pertama penyebab kerusuhan di persepakbolaan nasional. Dari luar jawa perseturuan antara Persipura Mania (pendukung Persipura) dan The Mac Manz (pendukung PSM Makasar) juga tak kalah panas.
Ada satu peristiwa yang mungkin diingat pecinta sepak bola Indonesia yaitu kasus anarkisme “akbar” yang melibatkan 8 kelompok suporter dari tim yang berbeda - beda dalam 8 besar Divisi Utama musim 2006 - 2007 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Delapan kelompok supoter yaitu The Jack Mania, The Mac Manz, Bonek Mania, Persipura Mania, Viking, Aremania, Kampak dan Smeck (pendukung PSMS Medan), serta Persikmania (pendukung Persik Kediri). Dalam peristiwa itu 2 supoter Persipuran dan The Jack Mania tewas sedangkan 1 aparat keamanan juga tewas. Tak hanya itu stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta yang akan dijadikan tempat penyelenggaraan Piala Asia yang saat itu Indonesia menjadi salah satu tuan rumahnya. Beberapa waktu lalu pun Persib dan Persebaya dihukum 2 laga kandang tanpa penonton karena menyanyikan lagu rasis “Anti Jack Mania, Anti La Mania dan Anti Aremania” . Bonek pun ditambah hukumannya oleh Komdis karena berbuat onar ketika perjalanan menuju Bandung. Jadi jangan heran jika mendukung Timnas Indonesia tapi masih ada spanduk bertuliskan “Persija Sampai Mati”, “Pasoepati Solo”, “Bajul Ijo Nyawaku” dan lain sebagainya.
Rasanya saat ini sulit untuk melihat persepakbolaan Indonesia bebas dari anarkisme bila wasit, pemain, penonton, dan PSSI tak sama - sama berbenah, 4 objek tersebut termasuk yang menentukan hitam putihnya sepak bola negeri kita. PSSI pun selaku pembuat regulasi peraturan dan hukum pun harus jelas dan tegas setiap ada pelanggaran, jangan sampai kerusuhan suporter, baku hantam antar pemain hingga pengeroyokan terhadap wasit oleh pemain tak terjadi lagi. Pemerintah pun hendaknya menjadi mediator penyelesai konflik antar suporter yang telah mengakar seperti Surabaya dengan Solo, Bojonegoro dengan Lamongan, Surabaya dengan Lamongan, maupun Surabaya dengan Lamongan, jadi tak ada pengeroyokan setiap ada orang yang mengenakan kaos Bonek di Lamongan dan Malang atau mengenakan Aremania di Surabaya. Oleh karena itu kita berharap dengan tercipta aman di dalam stadion akan mempengaruhi orang - orang untuk berbondong - bonding datang ke stadion dengan mengajak keluarganya sekaligus untuk rekreasi keluarga. Maju terus persepakbolaan Indonesia, terbanglah garudaku...
Avi Rista Midaada (XII IPS 1)

Selasa, 15 Desember 2009

Hegemoni Terbentur Biaya


Pertandingan Persibo Bojonegoro vs PSIM Jogjakarta baru saja berakhir dengan skor fantastis 5-0 untuk Persibo. Kemenangan yang mengantarkan Persibo menjaga rekor tak pernah terkalahlan pada laga kandang sekaligus mengerek posisi Peribo di peringkat 5 klasemen sementara wilayah 3. Pertandingan sebenarnya berjalan menarik sepanjang pertandingan Persibo menguasai permainan, tapi ada satu hal yang terlihat agak ganjil di dalam Stadion Letjen H. Soedirman. Hal tersebut tentu menyusutnya jumlah penonton yang menonton langsung di stadion, jumlah penonton cenderung menurun bila dibandingkan ketika Persibo berlaga di Divisi I musim lalu.
Penyusutan ini memang bukan tanpa sebab, ada beberapa faktor yang menyebabkan turunnya jumlah penonton di stadion. Faktor pertama, dua kekalahan beruntun ketika laga tandang melawan PSBI Blitar 2-1 dan lawan Persipro Probolinggo yang berakhir 1-0. Dua kekalahan tandang itu setidaknya secara tidak langsung mempengaruhi greget para penggila bola di Bojonegoro untuk datang ke stadion. performa Persibo yang cenderung tidak stabil dengan “hanya” menang di kandang membuat orang mempertanyakan target persibo musim ini yakni promosi ke Superliga musim depan. Jika ditengok dari performa Persibo di kualifikasi Piala Gubernur kemarin di Kediri, Piala Samawis di Semarang dan 5 laga awal Divisi Utama, tercermin target itu ibarat sebuah beban yang luar biasa berat di pundak skuad Laskar Angling Dharma. Belum lagi status sebagai unggulan di wilayah 3 yang mengakibatkan setiap tim yang melawan Persibo bersemangat untuk mengalahkan The Giant Killer.
Faktor kedua yang mengakibatkan menyusutnya jumlah penonton yakni laga Divisi Utama yang dilaksanakan pada hari Senin dan Jum’at, kita ketahui pada dua hari itu orang - orang sibuk dengan aktivitasnya bahkan sampai sore hari, banyak instansi pemerintahan dan perkantoran serta sekolah yang beraktivitas hingga sore sehingga mereka lebih memilih profesinya daripada menonton Persibo, suatu hal yang dilematis bukan? mereka ingin melihat tapi disisi lain mereka terkendala benturan dengan agenda yang lebih penting. Hal ini berbeda ketika pertandingan melawan Persigo Gorontalo pada laga kandang pertama Persibo yang dilaksanakan hari Minggu, penonton terlihat begitu antusias. Bahkan jam 14.00 WIB Stadion Letjen H. Soedirman sudah terisi hamper separuh lebih , ini berbeda ketika melawan PSIM Jogjakarta dan PSS Sleman. Bahkan ketika melawan PSS Sleman stadion tidak terisi penuh hingga akhir pertandingan, ini tampak di tribun utara dan selatan.
Faktor berikutnya penyebab menurunnya jumlah penonton yaitu harga tiket masuk stadion yang tidak terjangkau. Memang jika dilihat dari tingkat perekonomian masyarakat Bojonegoro secara keseluruhan harga tiket Rp 20.000,- untuk ekonomi dan Rp 50.000,- untuk VIP memang teramat berat. Masih banyak kebutuhan lain yang lebih prioritas daripada menonton pertandingan sepakbola dengan segala ketebatasan fasilitas. Jika kita menengok ke kabupaten tetangga kita Kabupaten Lamongan, yang notabenenya Persela Lamongan berlaga di kasta tertinggi Indonesia yakni Liga Super, kita patut sedikit iri ini dikarenakan meskipun berlaga di Superliga harga tiket mereka lebih terjangkau Rp 15.000,- untuk ekonomi, Rp 35.000,- untuk VIP dan Rp 55.000,- untuk VVIP. Beralih ke selatan tepatnya menuju kota Kediri disana markas tim Persik Kediri, lagi - lagi kita patut sedikit menahan kekecewaan Persik yang juga berlaga di Liga Super memberlakukan harga tiket lebih murah dari di Bojonegoro Rp 15.000,- untuk ekonomi, Rp 30.000,- untuk tribun utama, dan Rp 40.000,- untuk VIP.
Jika kita telaah lebih jauh lagi dan kita bandingkan dengan dua tim Jawa Timur yang berlaga di Liga Super tersebut kita harus mengakui kualitas stadion kita dibawah mereka. Namun, berbicara harga tiket masuk justru merekalah yang sedikit lebih “ngirit”, tentu harga tiket Rp 20.000,- untuk ekonomi dan Rp 50.000,- patut kita tanyakan. Jangan sampai ada pihak yang tak bertanggung jawab yang sengaja bermaksud menyalahgunakannya. Jika pemasukan itu untuk dana operasional pertandingan dan pemasukan bagi kas Persibo itu tentu bagus. Di lain pihak, pihak panpel (Panitia Penyelenggara), manajemen Persibo dan pihak ketiga dalam hal ini Merdeka Management selaku pengelola tiket masuk Persibo harus transparan kepada publik Bojonegoro karena ini menyangkut untuk apa saja uang hasil pemasukan tiket digunakan.
Ada dari masyarakat Bojonegoro yang beranggapan bahwa hasil pemasukan tiket ini banyak diambil oleh pihak ketiga, mereka beragumen ketika belum kerjasama dengan pihak ketiga tiket masuk stadion masih dalam tarif yang normal - normal saja, tapi begitu Persibo menggandeng pihak ketiga selaku pengelola tiket masuk pertandingan tiket naik. Tentu jika kita selaku orang awam yang hanya bisa “manut” atasan hal tersebut sesuai dengan logika, tapi inilah resikonya jika tidak adanya tranparansi. Tentu kita tidak mau menyalahkan berbagai pihak yang terpenting kesadaran kita dari pihak - pihak yang bertanggung jawab mengelola tiket masuk pertandingan kandang Persibo. Tak hanya itu suatu pekerjaan rumah lain yakni mengajak para Boromania untuk memasuki stadion dengan menggunakan tiket diharapkan mereka yang masih menjadi “supporter illegal” mau sadar membeli tiket jika masuk ke stadion.
Diharapkan kenaikan harga tiket ditinjau ulang jangan sampai hegemoni hingar bingar Persibo di Divisi Utama harus redup hanya karena mahalnya harga tiket masuk. Tak hanya itu adanya tranparansi dari pengelola tiket masuk dapat mengugah masyarakat semakin sadar bahwa uang yang mereka belanjakan tiket akan masuk ke kas Persibo yang ujung - ujungnya dapat memenuhi kebutuhan Persibo yang akhirnya dapat mendongkrak performa Persibo. Dengan begitu harapan publik Bojonegoro untuk melihat tim kebanggannya berlaga di Liga Super musim depan bukan hanya sekadar impian belaka, tapi juga bisa direalisasikan ke depannya. Satukan tekad dan potensi menuju superliga dan Bojonegoro lebih Matoh. Forza Persibo! Go Bojonegoro Matoh!

Avi Rista Midaada
XII IPS 1

Sabtu, 05 Desember 2009

PROFIL KAK AVI




Hai MADANIA! Kali ini kita mau mengajak kalian semua melihat dan mengenal lebih dekat sosok cowok bernama Avi Rista Midaada. Cowok penghuni kelas XII IPS 1 ini akrab dipanggil Avi. Kalian tentu udah tidak asing kan dengan nama ini? Ya, cowok yang beralamatkan di Jalan Agus Salim 15 RT 2 RW 1 Kauman, Bojonegoro ini merupakan salah satu siswa berprestasi di MAN 1 Bojonegoro. Kak Avi punya hobi yang lumayan banyak lo..diantaranya bermain sepakbola, futsal, tracking, dengerin musik, dan menulis cerpen, puisi, artikel hingga novel. Wuih dari hobi saja sudah ngeri Kak!
Anak ke 4 dari 4 bersaudara pasangan Bapak H. Imam Sudja’i dan Ibu Hj. Roestini ini mempunyai cita - cita menjadi seorang penulis dan wartawan. Banyak juga cita - citanya ya...? Semoga saja semua atau salah satu dikabulkan oleh Allah SWT.Amin....Sobat MADANI cowok kelahiran Bojonegoro 19 Juni 1992 ini suka banget sama pelajaran Bahasa Inggris padahal katanya dulu ketika duduk di sekolah dasar Bahasa Inggris merupakan salah satu pelajaran yang sulit dan dibencinya. Loh kok bisa Kak? Kak Avi menuturkan ketika memasuki bangku SMP penasaran bin masih dendam dengan Bahasa Inggris sehingga termotivasi untuk lebih mempelajarinya. Selain itu cita - cita menjadi seorang jurnalis membuatnya termotivasi belajar Bahasa Inggris dia menuturkan menjadi seorang jurnalis juga harus bisa menguasai bahasa internasional Bahasa Inggris.
Cowok yang mengidolai pemain sepak bola luar negeri Lionel Andreas Messi (Barcelona) mempunyai pengalaman mengikuti lomba - lomba yang menarik dan menorehkan banyak prestasi mulai dari pendidikan dasar hingga menengah atas saat ini. Ketika masih duduk di bangku sekolah dasar Kak Avi bergabung dalam tim mewakili MIN Kepatihan dalam Turnamen Sepak Bola se Kecamatan Bojonegoro. Selain itu Kak Avi juga pernah mengikuti turnamen catur antar SD se Kecamatan Bojonegoro. Memasuki bangku SMP Kak Avi tergabung dalam tim futsal mewakili SMPN 2 Bojonegoro, sayang ketika menjelang pertandingan dia mengalami cedera sehinga tidak dapat bermain. Tak hanya itu juga Kak Avi juga mengikuti lomba menulis di harian Kompas. Nah..ketika memasuki bangku SMA cowok yang suka sama tim sepakbola dari Indonesia Persik Kediri dan Persibo ini bertambah banyak pengalaman dan prestasi yang didapatnya. Lomba Khitobah antar SMA/SMK/MA se Kabupaten Bojonegoro di Masjid Agung Darussalam, Lomba Pidato Anti Narkoba dan Rokok di Madani FM, Lomba Karya Ilmiah Remaja Sosial tingkat MA se Kabupaten Bojonegoro, Lomba Desain Blog bersama Kak Faisal dan Kak Afifah, PORSENI MA se Jawa Timur di Kota Kediri, Lomba Essay Writing and Debate Contest satu tim dengan Lailatul Qomariah, Lomba Karya Tulis dan Lomba Cerdas Cermat Perpajakan, Lomba KIR Unibraw tingkat Nasional,Lomba Karya Tulis MCL, dan Olimpiade Ekonomi UNM merupakan lomba - lomba yang pernah diikuti Kak Avi. Wuih...banyak banget ya Guys!
Dari semua itu Kak Avi juga memperoleh berbagai prestasi diantaranya Juara 1 KIR Sosial antar MA se Kabupaten Bojonegoro bersama Kak Faisal dan Kak Danik, dari sinilah Kak Avi berhak mewakili Kabupaten Bojonegoro di PORSENI se Jawa Timur di Kediri, prestasinya pun lumayan masuk 10 besar dari 35 KIR Sosial atau tepatnya menempati peringkat 7. Selain itu juga meraih juara 2 dalam Lomba Essay Writing and Debate Contest Imago antar SMA/SMK/MA se Kabupaten Bojonegoro bersama Lailatul Qomariah kelas XI IPA 1, untuk tingkat individu karya tulis Kak Avi berhasil menjadi karya tulis terbaik di Majalah Soccer selama 3 kali, meraih juara 3 dalam Lomba Karya Tulis Essay Migas antar SMA sederajat se Kabupaten Bojonegoro. Wuih 4 jempol deh buat Kak Avi dan terakhir Kak Avi bersama tim KIR IPS berhasil masuk 10 besar Lomba KIR IPS SMA Sederajat Se- Indonesia. Wuih hebat ya hebatnya lagi ternyata tim KIR IPS MAN 1 Bojonegoro merupakan satu - satunya yang mewakili Bojonegoro dalam 10 besar tersebut.
Sobat MADANI tak hanya itu cowok penggila Juventus ini memiliki pengalaman dalam berbagai organisasi dan komunitas. Anggota Remaja Masjid Agung Darussalam Bojonegoro selama ±4 tahun, anggota jurnalis MADANI periode 2007 - 2008, ketua jurnalis MADANI MAN 1 Bojonegoro periode 2008 - 2009, wakil ketua Komunitas Bojonegoro Facebook Community (BFC), anggota Juventini Indonesia (JI) - sebuah komunitas resmi supporter tim sepakbola Juventus di Indonesia yang sudah mendapat lisensi langsung dari Italia-, serta pendiri sekaligus ketua Juventini Indonesia Bojonegoro.
Ketika diwawancarai kru MADANI mengenai resep apa yang bisa buat meraih semua pengalaman dan prestasi segitu banyaknya? “Dia hanya menjawab singkat Allah,diri kita, Orang tua dan teman - teman. Mengapa demikian? Allah lah tempat kita memohon segalanya yang ada didalam hidup, tapi tanpa usaha dari kita sendiri maka Allah tidak akan mengubah nasib kita. Untuk merubahnya ternyata Kak Avi punya orang - orang dekat yang mampu memberi motivasi dan semangat baik dari orang tua. eleh - eleh ceweknya mana nih tidak Kak?. Kata Kak Avi tanpa motivasi dari mereka semua terutama orang tua dan teman dekat yang menjadikan Kak Avi tambah semangat.
Hidup itu penuh liku - liku berbagai pengalaman dari mulai menyenangkan hingga kurang mengenakkan pernah dialaminya. Pengalaman yang berkesan yakni ketika PORSENI dengan persiapan lomba KIR yang dadakan bisa mewakili Bojonegoro dan meraih 10 besar Jawa Timur. Padahal kalian tahu tidak Kak Avi beserta tim KIR yang dibimbing oleh Ibu Hanik Fauziah harus melembur KIR dari mulai pagi masuk sekolah pukul 07.00 hingga pukul 01.00 esok harinya.Dasyat deh Kak! Selain itu Kak Avi juga punya pengalaman yang kurang mengenakkan saat menonton pertandingan antara Persibo Bojonegoro vs Persis Solo di Stadion Letjen H. Soedirman, usai pertandingan kerusuhan terjadi secara tidak disangka tiba - tiba Kak Avi ditangkap dan dihajar oleh beberapa polisi. Polisi pun sempat mengintrograsi Kak Avi selama 2 jam di Polres Bojonegoro. Dikarenakan kurang ada bukti dan merasa salah tangkap Kak Avi pun akhirnya dilepaskan polisi. Emang gitulah kak yang namanya hidup, kadang hukum di dunia ini tidak begitu adil. Betul tidak sobat MADANI?
Cowok alumni MIN Kepatihan dan SMP Negeri 2 Bojonegoro ini bercita - cita melanjutkan studynya di Fakultas Sastra Indonesia atau di TIK. Dia juga ingin menjadi putra daerah Bojonegoro yang berperan membantu membangun Bojonegoro menuju lebih matoh. Oke deh...kita doakan dan dukung niat Kak Avi yang satu ini.
Guys....! Ada satu lagi nih dari cowok suka sama nasi goreng, “Jadilah generasi muda yang tidak hanya sebagai penonton saja, tetapi juga harus bisa menjadi pemain dan berperan aktif dalam pembangunan Indonesia utamanya dan Bojonegoro pada khususnya di masa depan di segala bidang dan jadilah orang yang banyak memberi, jangan jadi orang yang hanya banyak meminta”, Pesan Kak Avi. Satu lagi ini buat kalian yang mau kenal lebih dekat dan berkomunukasi melalui dunia maya langsung saja add email Kak Avi andreasmessi_boromania@yahoo.com. Sukses terus buat Kak Avi...
Rachma XI IPA 3

Cicak vs Buaya


Keberhasilan POLRI (Polisi Republik Indonesia) dalam mengungkap berbagai aksi terorisme di Indonesia cukup berhasil dan patut diacungi 2 jempol. Mulai mengungkap dan menangkap aktor utama Bom Bali 1, yang telah dieksekusi mati Amrozi, Ali Gufron, dan Imam Samudra. Menembak mati pasangan emas Nordin M. Top, Dr Azahari pada bulan Maret 2005 lalu di Batu. Tak hanya sampai disitu saja, usai Bom Kuningan jilid 2 pada 17 juli 2009 lalu POLRI bergerak cepat, Ibrahim salah satu pelaku bom Ritz Carlton yang juga tukang bunga di Hotel Ritz Carlton tertembak mati dalam penyerbuan tim densus 88 POLRI di Temanggung, Jawa Tengah. Di lain tempat, tepatnya di Perumahan Puri Indah, Depok, di perumahan yang padat penduduk itu Tim Densus 88 Anti Teror POLRI berhasil melumpuhkan dua teroris. Tak hanya itu POLRI berhasil menyita barang bukti yang begitu luar biasa yang rencana akan digunakan meledakan kediaman pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor. Menjelang lebaran densus 88 seakan mendapat berkah dari Bulan Ramadhan dengan menyelesaikan THR-nya (Tugas Hari Raya). Tak tanggung Densus 88 berhasil melumpuhkan lima teroris salah satunya yakni buronan teroris nomor wahid di Indonesia yakni Nordin M. Top. Kapolri Bambang Hendarso Danuri berkata, “Ini berkah dari Bulan Suci Ramadhan, kita bisa menembak mati buronan teroris selama 7 tahun ini yakni Nordin M. Top, ini dipastikan setelah ada kecocokan di 13 titik sidik jari pelaku dengan data yang kami peroleh dari Polisi Malaysia”. Waktu berjalan, peran Nordin diperkirakan digantikan oleh Syaefudin Zuhri, tapi lagi - lagi Densus 88 POLRI bergerak sigap, berawal dari pengkhianatan kurir Syaefudin Zuhri bernama Fajar, polisi melalui Tim Densus 88 berhasil melumpuhkan Syaefudin Zuhri dan adiknya Syahrir di rumahan kost di sekitar UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat., Jakarta Selatan.
Lain terorisme lain pula dengan kasus yang kini melibatkan POLRI. Ibarat tupai, sepandai - pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Sepandai - pandainya POLRI, pasti punya borok juga. Berawal dari kasus penetapan direktur PT Masaro, Anggoro Widjojo sebagai tersangka dalam kasus korupsi dan suap proyek Pelabuhan Tanjung Siapi - api pada 22 Juni 2008 yang juga melibatkan mantan anggota DPR RI Yusuf Erwin Faisal. Kasus kedua yakni pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen yang melibatkan Ketua KPK non aktif Antasari Azhar sebagai tersangka. Satu kasus lagi yakni Kasus Bank Century, semua kasus tersebut menjadikan bak sebuah drama teatrikal bagi POLRI lawan KPK.
Surat testimoni Antasari Azhar yang menyebutkan 4 pimpinan KPK menerima uang dari Anggodo Widjojo (adik Anggoro Widjojo). Dalam testimoni itu Antasari juga menyebutkan dirinya juga pernah bertemu dengan Anggodo Widjojo di Singapura saat proses penyelidikan berlangsung. Dari sinilah POLRI memanggil 4 pimpinan KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) menjadi saksi. Pada awal Oktober lalu secara mengejutkan Polisi menahan 2 dari 4 pimpinan KPK yakni Bibit Samad Riyanto dan Chandra Marta Hamzah oleh Satreskrim (Satuan Reserse dan Kriminal) Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan menerima uang suap dari Anggodo Widjojo seperti yang tercantum dalam testimoni Antasari Azhar. Setelah menjalani tahanan kota, akhirnya Bibid dan Chandra resmi menjadi tahanan Polda Metro Jaya. “Bibit dan Chandra resmi kita tahan”, jelas Kadiv Humas Polda Metro Jaya Nanan Sukarna dalam konfrensi pers dengan wartawan. Tak berapa lama Kabareksrim Polda Metro Jaya Komjen Susno Duadji mengubah kasus hukum yang menjerat Bibit dan Chandra dari tadinya dugaan kasus suap menjadi penyalah gunaan wewenang pemeriksaan tersangka korupsi Anggoro Widjojo. Publik pun terhentak hingga muncul istilah cicak lawan buaya, cicak diibaratkan sebagai KPK yang diobrak - abrik dan begitu lemah yang akan coba dihancurkan, sedangkan buaya diibaratkan sebagai POLRI yang akan memakan dan menghancurkan KPK.
Kedaulatan KPK yang telah diatur - atur undang - undang No. 30 Tahun 2002 Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, tersebut seakan dinodai oleh POLRI, dalam UU yang mengatur kerja KPK tahun 2004 disebutkan bahwa KPK berhak melakukan penyelidikan, penyadapan, pencekalan dan penetapan terhadap seorang yang melakukan tindak pidana korupsi. Inilah yang menjadi perdebatan di negara kita, dalam undang - undang tersebut KPK jelas berdiri sendiri tanpa adanya campur tangan pihak lain.
Klimaks dari kasus POLRI vs KPK ini tentu saat sidang MK (Mahkamah Konstitusi) pada 2 November 2009 lalu. Dalam sidang MK ini KPK memberikan hasil rekaman pembicaraan telepon hasil penyadapan KPK antara Anggodo Widjojo, Edi Sumarsono, Alex dan Bonaran Sirait. Tak hanya itu dalam rekaman itu juga menyebutkan berbagai nama seperti Ari Muladi, mantan wakil ketua MA Wisnu Subroto, Komjen Polisi Susno Duadji, dan berbagai pejabat tinggi POLRI. Dalam rekaman itu Anggodo Widjojo berusaha membebaskan sang kakak Anggoro Widjojo yang memang pada akhirnya bebas juga. Anggodo menyerahkan sejumlah kepada pimpinan KPK melalui Ari Muladi, di rekaman itu juga menyebutkan bahwa Anggodo meminta tolong kepada Trunojoyo 3 yang diduga Komjen Polisi Susno Duadji. Tak hanya itu Anggodo juga menyebutkan istilah “borongan” dalam upaya pembebasan sang kakak. Anggodo juga mengancam Bibit dan Chandra dimasukkan dalam penjara supaya mereka jera, lalu membunuhnya di dalam penjara, rekaman ini terdengar jelas antara Anggodo Widjojo dengan seseorang yang diduga bernama Alex dengan menggunakan bahasa Jawa. Anggodo juga menyebut - nyebut nama RI 1 yang tak lain adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Munculnya kasus rekaman tersebut menyebabkan berbagai aksi demonstrasi oleh masyarakat, kebanyakan dari mereka menuntut Presiden SBY turun tangan menangani masalah ini. Tuntutan ini akhirnya dikabulkan, Presiden membentuk Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum Pimpinan KPK non aktif Bibit dan Chandra atau lebih disebut dengan TPF (Tim Pencari Fakta). Tim yang diketuai oleh Adnan Buyung Nasution (Anggota Wantimpres), Koesparmono Ihsan (Mantan anggota Komnas HAM) sebagai wakil, Denny Indrayana (Staf Khusus Presiden Bidang Hukum) sebagai sekretaris, Amir Syamsudin (Praktisi Hukum), Todung Mulya Lubis (Praktisi Hukum), Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramedina), Hikhamanto Juwana (Guru Besar Fakultas Hukum UI), Komaruddin Hidayat (Rektor UIN Syarif Hidayatullah) sebagai anggota. TPF ini meminta Kabareksrim Polda Metro Jaya Komjen Susno Duadji mundur dari jabatannya, membebaskan Bibit dan Chandra, serta menahan Anggodo Widjojo, seperti disampaikan Ketua TPF Adnan Buyung Nasution kepada wartawan 4 November lalu.
Tak hanya TPF saja yang meminta pembebasan Bibit dan Chandra, tapi juga berbagai elemen masyarakat baik dari LSM, mahasiswa, eks anggota KPK, eks anggota DPR RI, pensiunan polisi hingga pelajar. Unjuk rasa pro cicak dimana - mana, di Jakarta ratusan orang berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia melakukan demo mendukung KPK. Sementara itu Mantan Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki, Marwan Batubara (Mantan Senator), Adhie M. Masardi (Mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahaman Wahid sekaligus Ketua Komisi Bangkit Indonesia) serta Ali Mochtar Ngabalin (mantan Anggota DPR RI) juga menyuarakan dukungan terhadap KPK dengan mendatangi kantor KPK. Para artis dan sejumlah komunitas facebookers juga menggelar aksi serupa dengan diisi oleh Slank, Netral, dan Happy Salma.Netral bahkan sampai meng-aransemen lagu Garuda di Dadaku menjadi KPK di Dadaku, sebagai bentuk dukungannya terhadap KPK. Hal menarik lain yakni rekaman telepon hasil sadapan KPK yang diperdengarkan di sidang MK laris dijadikan NSP (Nada Sambung Pribadi) seperti yang terjadi di Kota Solo. Beberapa masyarakat mengaku penasaran dengan isi percakapan tersebut sehingga menjadikannya sebagai NSP. Tentu kita semua berharap kasus ini dapat terselesaikan dengan adil, sekaligus menjadi cerminan pemberantasan mafia peradilan yang marak di Indonesia ini. Semoga ke depannya peradilan Indonesia kian dewasa setelah mengambil pelajaran dari kasus cicak vs buaya ini. Ayo KPK meski badai Tornado menerjangmu ku harap kau tetap berdiri tegap menunjukkan taringmu memberantas kasus - kasus korupsi di Indonesia seperti harapan ±200 juta penduduk di negara ini.
Avi Rista M. (XII IPS 1)

Selasa, 27 Oktober 2009

Mengembangkan Kampung Hijau Sebagai Proteksi Alam dari Dampak Industri Migas dan Objek Wisata Baru di Bojonegoro


Bumi merupakan ciptaan Allah yang begitu sempurna berbagai jenis kehidupan. Tak hanya itu Allah juga menyediakan berbagai sumber alam sebagai pemuas kebutuhan makhluk hidup seperti Firman Allah yang artinya : ”Dan kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan – keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk – makhluk yang kamu sekali – kali bukan pemberi rezeki kepadanya.”(QS Al Hijr 20). Berdasarkan ayat tersebut jelas Allah telah memberi makhluk hidup antaranya manusia pemuas kebutuhan sehari – hari. Salah satu dari alat pemuas kebutuhan manusia dari alam yakni Sumber Daya Alam (SDA) antara lain minyak bumi dan gas. Minyak bumi terbentuk dari proses pelapukan fosil tumbuhan dan hewan purba yang tertimbun dan mengendap berjuta – juta tahun yang lalu. Sisa tumbuhan ini dan hewan ini tertimbun endapan lumpur, pasir, dan zat lain, serta mendapat tekanan dari panas bumi secara alami. Bersamaan proses tersebut bakteri pengurai merombak senyawa – senyawa kompleks menjadi senyawa minyak bumi yang terkumpul dalam pori pori batu kapur / batu pasir.
Sedangkan gas sering juga disebut sebagai gas bumi atau gas rawa, adalah bahan bakar fosil berbentuk gas yang terutama terdiri dari metana. Ia dapat ditemukan di ladang minyak, ladang gas bumi dan juga tambang batu bara. Komponen utama dalam gas alam adalah metana, yang merupakan molekul hidrokarbon rantai terpendek dan teringan. Gas alam juga mengandung molekul-molekul hidrokarbon yang lebih berat seperti etana, propana dan butana, selain juga gas-gas yang mengandung sulfur (belerang). Gas alam juga merupakan sumber utama untuk sumber gas helium.
Minyak bumi dikelola oleh manusia sebagai industri untuk memuaskan kebutuhan hidup. Industri sendiri adalah kegiatan manusia dalam bidang ekonomi yang mengolah bahan – bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Industri pengeboran dan pengolahan minyak bumi dan gas terdapat dibeberapa daerah di Indonesia antara lain Balikpapan, Kalimantan Timur, Arun, Aceh dan baru – baru ini ditemukan sumber migas baru lagi di Bojonegoro, Jawa Timur yang diperkirakan menghasilkan migas terbesar di Asia Tenggara.
Bojonegoro merupakan sebuah kabupaten dengan pusat pemerintahan di Kota Bojonegoro. Kabupaten Bojonegoro terletak pada ±110 km dari Ibukota Provinsi Jawa Timur, Surabaya, 111º 25’BT hingga 112º 09’BT dan 65º 9’LS hingga 73º 9’LS pada garis astronomi. Kabupaten Bojonegoro memiliki luas mencapai 2.384 km², dengan terbagi menjadi 30 kecamatan. Wilayah utara berbatasan dengan Kabupaten Tuban, wilayah barat berbatasan dengan Kabupaten Blora, wilayah timur berbatasan dengan Kabupaten Lamongan dan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Ngawi dan Nganjuk. (http://www.bojonegorokab.go.id/)
Produksi industri migas di Bojonegoro sudah mulai berlangsung dan diperkirakan ke depannya Bojonegoro menjadi kota yang kaya akan migasnya layaknya daerah Balikpapan, Kalimantan Timur. Namun, dibalik itu semua dalam sebuah industri pertambangan perlu adanya keseimbangan antara eksplorasi dengan proteksi terhadap alam. Untuk itulah sebagai korelasi penambangan migas di Bojonegoro maka ada suatu gagasan tentang pelestarian alam yang dapat pula dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Memang hal ini tak mudah tanpa adanya campur tangan dari berbagai pihak seperti operator pengeboran migas macam Mobile Cepu Ltd untuk Blok Cepu dan Petro China untuk Sukowati sendiri selaku penyelenggara. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan dinas - dinas terkait sebagai fasilitator dan warga Bojonegoro sebagai peran utama dalam pelaksanaan program tersebut. Seperti yang sudah ada di lapangan bahwa di Bojonegoro terdapat 32,65% sawah, 24,39% tanah kering, 42,74% hutan negara, 0,14% perkebunan, dan 0,18% lain – lainnya. (http://www.bojonegorokab.go.id) Nah, untuk itulah perlu adanya suatu program pelestarian lingkungan dari lingkup yang belum luas, misalnya saja kampung ijo atau kampung hijau.
Selain itu, seperti kita ketahui Bojonegoro merupakan daerah langganan banjir tiap tahun dan kekeringan jika memasuki musim kemarau, seperti daerah sepanjang aliran Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo dan daerah selatan Bojonegoro seperti Desa Kunci dan Desa Sumberarum yang rawan akan potensi banjir bandang dari Waduk Pacal, karena hutan di daerah sekitar Waduk Pacal seperti di daerah Temayang dan Gondang sudah gundul. Inilah yang mengakibatkan air mengalir langsung tanpa adanya lahan serap yang diidentikkan dengan hutan, serta habisnya sumber mata air saat musim kemarau.
Tak hanya itu kita tahu bahwa minyak bumi dan gas ini berasal dari alam, yang untuk memperoleh harus melalui eksploitasi yang biasanya juga diikuti oleh pembukaan lahan hutan. Hal inilah yang membuat suhu udara di daerah Bojonegoro kian panas pada akhir – akhir ini akibat sudah mulai beraktifitasnya penambangan minyak di Bojonegoro. Ini bisa dirasakan bagi warga sekitar sumber minyak di Sumur Sukowati yang dikelola Petro China. Tak hanya itu berdasarkan berita koran Jawa Pos memang dibuktikan adanya kenaikan suhu sekitar 32,9º hingga mencapai 35° pada akhir – akhir ini setelah pengeboran migas di Bojonegoro beroperasi. Ini belum diperparah dengan kemungkinan datangnya badai el nino pada awal tahun 2010 yang membuat musim kemarau panjang. (http://www.jogjanews.com/)
Hal inilah yang menjadikan sebuah konsep pengembangan kampung hijau. Konsep kampung hijau sendiri ini yakni kita membuat suatu kampung percontohan yang memang potensi terkena dampak baik banjir maupun kekeringan air jika musim kemarau. Kita bisa mengacu pada daerah Balikpapan atau di Timika, Papua. Disana ada sebuah kampung untuk karyawan perusahaan tambang tersebut yang memang menganut pada alam yang dijadikan proteksi sebagai dampak pencemaran lingkungan akibat penambangan. Daerah yang kita jadikan sampel di Desa Kunci, Dander. Daerah Desa Kunci merupakan salah satu desa di Kabupaten Bojonegoro yang sering terkena banjir bandang jika musim hujan dan mengalami kekeringan jika musim kemarau panjang. Di dalam kampung itu terdapat bukan hanya rumah para karyawan perusahaan tersebut, melainkan juga warga lainnya. Jika konsep ini dapat diaplikasikan di Bojonegoro bukan tidak mungkin Bojonegoro akan semakin sejahtera dan maju dengan adanya kampung hijau yang dipadukan dengan kekayaan budaya dan kesenian asli daerah Bojonegoro. Jadi diharapkan pekerja dari luar daerah dan luar negeri dari perusahaan migas di Bojonegoro bisa mengenal dan mempromosikannya ke daerahnya masing - masing kelak ketika kembali.
Pada kampung hijau itu warganya juga diberikan semacam ketrampilan membuat kerajinan dan pendidikan mengenai lingkungan. Di kampung itu nantinya juga dibangun sekolah mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah atas. Selain sebagai kampung percontohan lingkungan juga sebagai kampung percontohan mengenai kualitas pendidikan masyarakat pedesaan. Memang, jika dikira – kira jumlah anggaran untuk hal itu tidaklah sedikit. Namun, bukan hanya warga yang untung tapi juga Mobile Cepu Ltd sebagai penyelenggara program ini. Hal ini dikarenakan Sumber Daya Manusia sudah mulai meningkat. Diharapkan pula dengan ini MCL akan mudah mencari tenaga – tenaga pekerja dari kampung tersebut yang ujung - ujungnya dapat mendongkrak sektor perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Kampung hijau termasuk program penggabungan antara bidang lingkungan, wisata dan kesejahteraan rakyat. Ditinjau dari segi lingkungan kampung hijau ini jelas mengacu seperti namanya hijau. Hijau dalam arti disini bahwa di kampung itu ditanam berbagai pepohonan yang rindang, tak hanya pepohonan yang berfungsi sebagai serapan aliran air, akan tetapi juga bisa pepohonan atau tanaman yang bisa bermanfaat bagi kehidupan manusia yaitu tanaman bagi kesehatan seperti jahe dan tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan dasar makanan. Bisa juga dengan penanaman pohon dan tanaman langka, sehingga membuat orang tertarik berkunjung. Mengambil sampel di daerah Kunci ke selatan yang hutannya sudah banyak yang gundul, diharapkan proyek kampung ijo itu dapat mengantisipasi banjir bandang dan menyimpan sumber air di dalam tanah dengan tujuan saat musim kemarau tidak bingung mencari air bersih.
Tak hanya sebagai objek pelestarian lingkungan saja, namun bisa juga objek kampung hijau ini dijadikan objek wisata alam yang menarik. Tak hanya membudidayakan penanaman hutan yang gundul dan membuat kampung tersebut hijau saja, akan tetapi bisa dengan menambahkan ketrampilan membuat bahan – bahan kerajinan yang bahannya dapat diperoleh dari pepohonan sekitar. Kerajinan anyaman dan rotan misalnya. Selain itu, kita bisa membuka sentra mebel baru di daerah tersebut. Limbah dari kerajinan pepohonan ini nantinya kembali bisa dimanfaatkan untuk alam melalui pengolahan sampah organik yang dapat dijadikan sebagai pupuk kompos bagi tanaman. Bukan hanya itu, limbah tersebut juga bisa mempunyai nilai jual setelah dibentuk kerajinan melalui kreativitas tersendiri. Jadi konsepnya mengacu pada kampung alam seperti yang dijadikan objek wisata yang terdapat di Bali dan Balikpapan.
Hasilnya tak hanya sektor lingkungan yang terkendali melalui penanaman pepohonan dan tanaman lain pada kampung yang berorientasikan back to nature saja. Tetapi, juga akan menambah tempat wisata baru di Bojonegoro yang selama ini wisata alam di Bojonegoro hanya identik dengan Kayangan Api dan Waduk Pacal. Selain itu, tingkat kesejahteraan masyarakat juga akan semakin meningkat dengan adanya kampung wisata tersebut. Dari segi perhotelan dengan dapat meningkatkan jumlah hunian hotel di Bojonegoro karena adanya suatu objek wisata kampung ijo yang unik. Ini juga akan membuka lapangan pekerjaan baru baik sebagai jasa pemandu wisata, karyawan pengrajinnya maupun yang lainnya.
Akhirnya tidak hanya bermanfaat bagi kualitas lingkungan yang ada, tapi juga pendidikan yang akan meningkat dan kualitas SDM masyarakat sekitar, pariwisata, dan kesejahteraan masyarakat. Korelasinya pun diharapkan baik MCL dan Petro China dapat merekrut tenaga kerja dari putra daerah yang ujung - ujungnya dapat meningkatkan kualitas kerja perusahaan. Semoga jika semua ini terjadi maka Kabupaten Bojonegoro yang 20 Oktober lalu genap berusia 332 tahun semakin ”matoh” dan dapat bersaing dalam era industrialisasi dan globalisasi dengan peran serta putra daerah.
*Karya Tulis Avi Rista Midaada Juara 3 Lomba Karya Tulis Migas MCL SMA Sederajat 2009

Senin, 19 Oktober 2009

Profil Wapres Boediono

Ketika SBY bertanya kepada Boediono, bersediakah ia jadi calon wakil presiden, ekonom itu tak langsung menjawab "ya". Tawaran orang No.1 di Indonesia itu tentulah mengejutkannya. Itu sebuah kehormatan yang sebelumya tak terbayangkan. Seperti diucapkannya dalam pidato penerimaan di Gedung Pertemuan Sasana Budaya Ganesha, Bandung, 15 Mei 2009, ia, yang memulai karirnya sebagai guru dan ekonom, tak pernah bercita-cita menduduki jabatan puncak dalam Republik.

Boediono pun minta kepada SBY agar ia diberi waktu berpikir. Dua hari, mungkin lebih dari dua hari kemudian, ia datang kembali. Kepada SBY ia mengatakan, perlu dipertimbangkan bagaimana nanti keadaan Bank Indonesia jika ia jadi calon wakil presiden. Sebab jika ia menerima tawaran SBY, jabatan Gubernur Bank Indonesia harus segera diisi.

SBY justru senang dengan sikap Boediono. Dalam diri ekonom ini tampak kehendak untuk pertama-tama memikirkan tanggungjawabnya kepada institusi yang dipimpinnya, dan bukan memikirkan jabatan bagi dirinya sendiri.

SBY telah menemukan orang yang tepat – dan Boediono pun jadi calon wakil presidennya untuk pemilihan 2009 ini. Mengingat Boediono bukan orang orang yang punya dukungan massa atau partai, SBY menunjukkan sikap yang berani. Ia mengambil keputusan yang "tidak populer". Tetapi di sini tampak tekadnya untuk menegakkan pemerintahan yang bersih, bukan hanya dengan retorika, tetapi dengan tindakan dan tauladan.

Boediono terkenal bersih. Sebagai pejabat ia menyetir sendiri mobilnya di hari Sabtu dan Minggu, sebab sopir yang ditugasi membawa mobilnya adalah pegawai yang dibayar Negara, bukan dibayarinya sendiri. Ia juga terkenal hidup sederhana. Seorang wartawan yang pernah umroh bersama Boediono bercerita, bahwa Boediono memilih membeli baju seharga 8 dollar satunya, meskipun ada seorang pengusaha yang mau membelikannya baju seharga 50 dollar.

Di bawah Presiden Megawati, ia pernah dengan halus menolak perintah untuk menggunakan dana di luar APBN untuk membeli pesawat terbang dari sebuah negara asing. Ia siap untuk diberhentikan ketimbang melanggar undang-undang.

Dituduh "neo-lib" oleh mereka yang mau mendeskreditkan dirinya dan memburuk-burukkan kebijakan SBY, ia justru seorang yang percaya bahwa pasar tidak bisa sepenuhnya dibiarkan sendiri. Tetapi untuk itu, harus ada Negara yang efektif. Dan Negara yang efektif adalah Negara yang bersih, bebas dari korupsi.

Sabtu, 17 Oktober 2009

Refleksi HUT Bojonegoro ke- 332

Bulan Oktober merupakan bulan yang dinanti warga Bojonegoro. Ya, karena di bulan ini Bojonegoro memperingati hari jadinya, untuk bulan Oktober tahun 2009 Bojonegoro genap berusia 332 tahun. Usia yang memang sudah cukup tua dibandingkan umur manusia. Di usia yang 332 ini Bojonegoro telah berbenah cukup signifikan, biak dalam hal tata kota maupun perekonomiannya.
Di era Bupati H. Suyoto M.Si atau yang kerap disapa Kang Yoto, Bojonegoro telah berbenah lebih baik dari tahun sebelumnya. Jalan - jalan sudah mulai bagus, penataan kota pun kian diperhatikan dengan renovasi pasar kota. Selain itu penertiban pedagang kaki lima juga dilaksanakan. Meski terkadang merugikan pedagang kaki lima tersebut, tapi ini juga demi tata keindahan kota Bojonegoro.
Dalam bidang lain macam olahraga Kabupaten Bojonegoro juga sudah mencorong melalui cabang olahraga panahan dan sepakbola. Dari panahan tiga putra daerah Bojonegoro merupakan penyumbag medali bagi regu panahan Indonesia di kancah Internasional. Tak hanya panahan, sepakbola pun juga ikut andil dalam melambungkan nama Bojonegoro di kancah nasional. Melaui tim kebanggaan Bojonegoro Persibo inilah gengsi persepakbolaan Bojonegoro. Tercatat Persibo merupakan tim kecil yang dikenal pembunuh tim - tim besar, beberapa tim besar pernah merasakan gigitan The Giant Killer-julukan lain Persibo. Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Pelita Jaya Jawa Barat, Persipura Jayapura, Arema Malang dan Persela Lamongan merupakan diantaranya korban Laskar Angling Dharma-julukan Persibo. Bahkan Pelita Jaya Jawa Barat pernah merasakan sengatan Persibo dua kali di Copa Indonesia yakni saat menjadi tuan rumah dan tim tamu.
Ya dengan usianya yang genap 332 tahun kita sebagai warga Bojonegoro patut terus berharap semoga Bojonegoro lebih maju baik dari segi perekonomiannya, pertaniannya, pendapatan daerahnya dan sarana prasarananya. Tak lupa juga potensi Sumber Daya Manusia juga kian bagus untuk menyongsong Bojonegoro sebagai kota industri minyak bumi dan gas terbesar di Asia Tenggara. Selamat Ultah Bojonegoro Ke-332.
Avi Rista M. (XII IPS 1)

Kamis, 15 Oktober 2009

Makhluk Luar Angkasa

Berbicara mengenai makhluk luar angkasa akan membawa kita pada kontroversi berkepanjangan yg sampai hari ditulisnya buku ini pun perdebatan dikalangan ilmuwan dan juga agamawan terus berlanjut. Tidak ada kata sepakat mengenainya. Ada yg mengkaitkan mereka dgn makhluk jenis Jin ada juga yg berpendapat bahwa mereka benar-benar ada dan berupa makhluk tersendiri terpisah dari jenis manusia dan jin ada juga yg mengingkari keberadaannya dan menganggapnya sekedar berita bohong isapan jempol dan imajinasi belaka.

Padahal seperti yg telah diungkapkan oleh Syaikh Muhammad al-Ghazali dalam bukunya(1) bahwa bumi yg kita diami ini tidaklah lbh dari sebutir debu dialam semesta yg amat besar dan megah dan penuh dgn kehidupan dan makhluk hidup. Kita akan menjadi orang dungu apabila mengira hanya kita sajalah makhluk hidup dalam wujud semesta yg maha luas ini. Allah telah menciptakan begitu banyak galaksi mungkinkah hanya satu planet saja yg berisi kehidupan ?

Alam ini bagi al-Ghazali sudah penuh sesak dgn makhluk hidup yg diciptakan oleh Allah yg merujuk pada wujud-Nya dan bersaksi tentang kebesaran-Nya. Senada dgn pernyataan ini penulis Indonesia kontroversial ditahun 80-an asal Sumatera Barat bernama Nazwar Syamsu(2) berpendapat bahwa banyaknya laporan masyarakat bumi terhadap penampakan UFO atau piring terbang harus menjadi alasan positip yg mengkuatkan adanya kehidupan manusia bermasyarakat diplanet lain seperti halnya yg ada diplanet kita ini.

Namun berbeda dgn keduanya Muhammad Isa Dawud dgn semua uraiannya yg panjang lebar didalam bukunya menyatakan bahwa semua misteri seputar keberadaan piring terbang ataupun makhluk luar angkasa tidak lain hanyalah perbuatan dan tipu daya Iblis bersama Dajjal yg memiliki markas besar disegitiga Bermuda(3).

Terlepas dari perbedaan pendapat yg ada diatas tadi maka bagaimanapun logika mereka tidak ada yg menyimpang dari apa yg disampaikan oleh Allah dan Rasul-Nya didalam kitab suci al-Qur’an maupun al-Hadis. Mereka ini pada hakekatnya berbeda dalam cara penafsiran ayat dan hadis sesuai dgn cara maupun sudut pandang masing-masing. Tetapi satu hal yg pasti bahwa semua dalil yg mereka pergunakan sangat patut utk dijadikan perhatian bagi kita semua terutama utk yg tertarik dalam kajian ini.

Cerita mengenai keberadaan dari piring terbang dan manusia-manusia dari luar angkasa sendiri sebenarnya sudah dikenal jauh sebelum teknologi modern manusia dicapai misalnya dongeng-dongeng mengenai kerajaan Atlantis atau juga kisah mengenai kepahlawanan Hercules yg akhirnya kembali kelangit bersama ayahnya Zeus setelah menyelesaikan tugas dibumi tidak bisa dianggap hanya sekedar cerita pengantar tidur bangsa Yunani kuno bahkan cerita keperkasaan Gatot Kaca dalam wayang purwa yg memiliki baju terbang bernama “Kotang Antakusuma” dan helm “Basunanda” lengkap dgn sepatu pelindung “pada kacarma” juga menjadi suatu teori tersendiri oleh sejumlah peneliti masalah piring terbang.

Lalu bagaimana sebenarnya pendapat al-Qur’an sendiri mengenai hal-hal yg masih merupakan misteri besar ini ?

Kitab suci al-Qur’an memang tidak bercerita secara jelas kepada kita mengenai keberadaan makhluk hidup diluar manusia berikut planet dimana mereka tinggal. Tetapi hal ini tidak berarti bahwa secara simbolik al-Qur’an juga menolak keabsahan teori-teori tersebut sebab sebaliknya justru al-Qur’an menggambarkan kekuasaan Tuhan disemua alam semesta yg melingkupi seluruh makhluk hidup yg ada dan tersebar disemua penjuru galaksi.

Dan diantara ayat-ayat-Nya adl menciptakan langit dan bumi ; dan Dabbah yg Dia sebarkan pada keduanya. dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya. - Qs. 42 Asy-Syura :29

Dan Allah telah menciptakan Dabbah dari almaa’; diantara mereka ada yg berjalan diatas perutnya dan ada juga yg berjalan dgn dua kaki dan sebagiannya lagi berjalan atas empat kaki. Allah menciptakan apa yg Dia kehendaki krn sesungguhnya Allah berkuasa atas tiap-tiap sesuatu. - Qs. 24 An-Nur :45

Melalui surah asy-syura ayat 29 diatas kita memperoleh gambaran dari al-Qur’an bahwa Allah telah menyebarkan dabbah disemua langit dan bumi yg telah diciptakan-Nya. Pengertian dari istilah Dabbah ini sendiri bisa kita lihat pada surah an-Nur ayat 45 yaitu makhluk hidup yg memiliki cara berjalan berbeda-beda ada yg merayap seperti hewan melata ada yg berjalan dgn dua kaki sebagaimana halnya dgn manusia dan ada pula yg berjalan dgn empat kaki seperti kuda anjing kucing dan seterusnya sehingga merujuk istilah Dabbah yg ada dilangit dgn makhluk berjenis Jin atau Malaikat saja dan mengabaikan kemungkinan adanya makhluk jenis lain berarti bertentangan dgn maksud kitab suci sendiri.

Dan hanya kepada Allah saja bersujud semua yg ada dilangit dan dibumi mulai dari Dabbah hingga para malaikat; sementara para malaikat itu tidak pernah berbuat angkuh – Qs. 16 an-Nahl : 49

Karena itu tanpa mengurangi rasa hormat kita kepada mereka yg menolak keberadaan makhluk hidup diluar jenis manusia dan jin sekaligus menyatakan bahwa hanya diplanet bumi ini sajalah makhluk hidup ciptaan Allah menurut pendapat penulis pribadi maka dijaman yg serba modern dan canggih ini apalagi didukung oleh ayat-ayat al-Qur’an sendiri tidaklah bisa dibenarkan. Adalah mustahil kebohongan dilakukan oleh hampir separuh penghuni bumi ini dalam waktu yg berbeda dan bahkan dipisahkan oleh kurun masa berabad-abad dari sekarang.

Su’ud Muliadi(1) misalnya menyatakan dalam bukunya bahwa laporan paling tua mengenai pesawat dari luar angkasa yg mendarat dibumi ini berasal dari abad ke-15 sebelum Masehi yaitu pada sebuah tulisan Mesir kuno yg merupakan bagian dari buku harian Raja Thutmosis III yg merupakan raja Mesir terbesar dimasa lalu dgn daerah kekuasaannya sampai kesungai Euphrat dan Sudan.

Laporan itu terjadi pada salah satu ekspedisi penaklukkan yg dipimpinnya langsung dimana dalam perjalanannya Thutmosis III melihat adanya sebuah lingkaran api muncul diangkasa dgn panjang sekitar 1 rod atau ± 5 meter tanpa mengeluarkan suara dan perlahan bertambah tinggi naik keangkasa menuju keselatan dan menghilang dikegelapan malam.

Seterusnya beberapa penemuan Arkeologi kerajaan Romawi kuno juga menunjukkan bahwa penampakan dari piring terbang juga pernah terjadi dimasa lalu. Salah satu penemuan itu berupa mata uang logam Romawi kuno yg berukiran gambar bintang dan sebuah bola dgn antena mirip satelit yg ada dijaman kita modern ini. Pendapat awal yg memperkirakan bahwa bola berantena ini merupakan ukiran matahari akhirnya kandas setelah penyelidikan lbh lanjut mengungkapkan adanya kenyataan empat sinar cahaya dari bola itu dipancarkan dgn cara yg berlainan terhadap cahaya dari matahari. Apalagi pada mata uang logam tersebut terdapat kata-kata Providentia Deorum yg memuliakan para dewa dan terdapat seorang wanita dalam wujud Providentia muncul dari cahaya yg bersinar tersebut(2).

Selanjutnya berturut-turut Yves Naud dalam bukunya berjudul Peninggalan Masa Lampau yg misterius dan UFO dan Erich Von Daniken dgn bukunya Adakah makhluk lain dari angkasa luar(3) memberikan kehadapan kita banyak sekali data-data yg memastikan mengenai apa yg telah disampaikan oleh ayat-ayat al-Qur’an tadi. Bahkan menurut Yves Naud berdasarkan penelitiannya yg panjang teknologi yg pernah dicapai oleh nenek moyang manusia jaman dahulu kala jauh melebihi apa yg sudah dicapai oleh manusia modern sekarang ini.

Hal ini dibuktikannya dgn keberadaan Peta Piri Reis yg merupakan suatu peta dgn rancangan ilmu geografis sangat akurat Konon pada awal abad ke delapan belas di istana Topkapi Turki ditemukan peta-peta kuno. Peta itu adl milik seorang perwira tinggi Angkatan Laut Turki Laksamana Piri Reis. Dua buah atlas yg disimpan di perpustakaan negara di Berlin yg memuat gambar yg tepat dari laut Tengah dan daerah sekitar laut Mati juga berasal dari Laksamana Piri Reis ini. Semua peta ini telah diserahkan kepada Arlington H. Mallerey seorang Kartograf Amerika utk diteliti. Mallerey memperkuat fakta yg luar biasa bahwa semua data geografi terdapat pada peta-peta itu tetapi tidak digambar pada tempat yg semestinya. Ia minta bantuan dari Walters seorang kartograf dari Biro Hidrografi Angkatan Laut Amerika Serikat. Mallerey dan Walters bersama-sama menyusun suatu skala dan mentransformasikan peta itu menjadi bola dunia. Mereka membuat penemuan yg menggemparkan.

Petanya memang cermat bukan hanya mengenai Laut Tengah dan Laut Mati saja melainkan pantai-pantai Amerika Utara dan Selatan bahkan garis-garis tinggi Permukaan Samudra Antartika pun dilukiskan dgn persis sekali pada peta Piri Reis itu. Peta itu bukan hanya memproduksikan garis besarnya benua-benua melainkan juga topografi dari daerah-daerah pedalaman. Pegunungan puncak gunung pulau sungai dan dataran tinggi; semuanya digambarkan de ngan ketepatan yg luar biasa.

Dalam tahun 1957 peta-peta itu diserahkan kepada Jesnit Lineham yg menjabat direktur dari Weston Observatory merangkap juru potret pada Angkatan Laut Amerika Serikat. Setelah memeriksanya dgn cermat Lineham pun hanya dapat memperkuat ketepatannya yg fantastis itu bahkan sampai mengenai daerah daerah yg di masa sekarang jarang sekali dipelajari. Yang paling menonjol ialah bahwa pegunungan di Antartika yg baru ditemukan pada tahun 1952 dalam peta Reis telah terdapat. Pegunungan itu telah tertutup oleh es beratus-ratus tahun lamanya. Peta kita sekarang dibuat berdasarkan hasil pemetaan dgn menggunakan alat-alat gema suara. Penyelidikan terakhir yg dilakukan oleh Profesor Charles. H. Hapgood dan ahli matematika Richard W. Strachan telah memberikan informasi yg lbh mengherankan lagi. Setelah diadakan perbandingan dgn hasil pemotretan bulatan dunia kita yg di lakukan secara modern dari satelit perbandingan itu menunjukkan bahwa peta aslinya dari Piri Reis itu pasti telah dibuat berdasarkan hasil pemotretan dari udara dgn ketinggian yg jauh sekali.

Sebuah kapal ruang angkasa terbang diam di atas Kairo dan membidikkan kameranya lurus ke bawah setelah filmnya dicuci maka akan terdapat gambaran ini; segala sesuatu yg ada dalam radius kira-kira 5.000 mil dari Kairo akan direproduksikan secara tepat krn semuanya ada di bawah lensa. Tetapi negara-negara dan benua-benua di luar radius itu akan berubah reproduksinya dari keadaan sebenarnya. Semakin jauh pandangan kita dari titik pusat gambar semakin banyak penyimpangan atau perubahan gambarnya. Mengapa ini semua? krn bumi ini berbentuk bulatan benua-benua yg jauh dari titik pusat seolah tenggelam ke bawah. Negara Amerika Selatan misalnya tampaknya berubah dgn janggal sekali pada ukuran memanjangnya persis seperti perubahan pada peta Piri Reis ! Dan juga persis seperti hasil-hasil pemotretan yg dilakukan satelit buatan dari Amerika.

Bagaimana kita bisa menjelaskan hal demikian itu bagaimana mungkin nenek moyang kita mampu membuat peta seakurat ini dgn pengetahuan mereka yg konon menurut buku-buku sejarah masih dalam taraf hidup didalam gua dan mengembara ? Tidakkah teori yg menyatakan bahwa nenek moyang manusia sebenarnya pernah mencapai kemajuan dibidang ilmu dan teknologi canggih sebelum akhirnya melalui sebuah banjir besar telah melemparkan manusia kembali kejaman batu bisa diterima ? Bisakah ajaran Islam yg diklaim sebagai ajaran Tuhan semesta alam menjawab semuanya ?

Dan orang-orang yg hidup sebelum mereka sekarang ini telah pernah mendustakan Kami padahal mereka yg ada sekarang ini belum sampai pada sepersepuluh yg pernah Kami berikan kepada mereka dahulu kala. - Qs. 34 Saba ’ : 45

Beberapa penafsir kitab suci ada yg merujuk maksud dari orang-orang yg hidup sebelumnya pada ayat tersebut sebagai orang-orang kafir Mekkah yg sudah meninggal sebelum kenabian Muhammad akan tetapi adl sah-sah saja bila kita menafsirkannya dgn makna yg lbh luas dari itu dan menghubungkan ayat ini dgn teori yg sudah kita bahas sebelumnya. Apalagi dalam catatan kakinya yg menjelaskan ayat ini Departemen Agama Republik Indonesia menulis maksud dari sepersepuluh yg kami berikan kepada orang-orang sebelumnya itu adl pemberian Allah seputar kepandaian ilmu pengetahuan umur panjang kekuatan jasmani kekayaan harta benda dan sebagainya.(4)

Seperti yg sering saya singgung bahwa al-Qur’an harus dipahami secara universal dan aktual sehingga kemonotonan penafsiran yg ada pada tafsir Qur’an tradisional tidak membuat kitab suci ini sebagai sesuatu yg hanya menjadi pajangan dimasjid ataupun bacaan saat menjelang sholat Jum’at. Kita harus melanjutkan misi aktualisasi kitab suci yg sudah dirintis oleh Syaikh Muhammad Abduh dan muridnya Rasyid Ridha diawal abad 20. Bangsa Indonesia sendiri memiliki banyak cendikiawan muslim modern yg telah mencoba memberikan tafsiran baru ayat-ayat al-Qur’an. Sebut saja misalnya nama-nama seperti Dr. Ir. Hidajat Nataatmadja melalui bukunya versi baru Ihya Ulumiddin(5) atau Nurcholish Madjid dalam Khazanah Intelektual Islam(6) serta nama Nazwar Syamsu yg terkenal dgn bukunya Tauhid dan Logika(7).

Dengan begitu maka kita bisa mendapatkan kitab suci al-Qur’an benar-benar sebagai kitab petunjuk yg bermanfaat bagi manusia didalam mempelajari ilmu dunia maupun ilmu akhirat.

Keberadaan planet-planet yg berfungsi sebagai tempat hidup dan berkehidupan makhluk berjiwa seperti bumi misalnya secara eksplisit bisa juga kita peroleh didalam ayat al-Qur’an :

Allah menciptakan tujuh langit dan seperti itu juga bumi; berlaku hukum-hukum Allah didalamnya agar kamu ketahui bahwa Allah sangat berkuasa terhadap segala sesuatu; dan Allah sungguh meliputi segalanya dgn pengetahuan-Nya. - Qs. 65 ath-Thalaq : 12

Jika kata langit dan bumi disebut dgn bilangan tujuh yg berarti banyak maka tentu yg dimaksud dalam ayat ini adl kemajemukan gugusan galaksi yg terdiri dari jutaan bintang dan planet-planet yg ada sebagaimana yg kita ketahui dari ilmu astronomi modern. Oleh karenanya secara tidak langsung al-Qur’an menyatakan kepada kita bahwa Bumi yg kita diami ini bukanlah satu-satunya bumi yg ada dijagad raya.

makhluk-makhluk yg ada dilangit dan dibumi memerlukan Dia tiap waktu Dia dalam kesibukan. - Qs. 55 Ar-Rahman :29

Setelah berkali-kali mengadakan pengamatan secara teliti menggunakan teleskop-teleskop Observatorium W.M. Keck Hawaii Observatorium Lick di California dan Observatorium McDonald di Texas sejak bulan Juli 2003 yg lalu maka hari selasa tanggal 31 Agustus 2004 sejumlah astronom mengumumkan penemuan jenis planet baru yg memiliki lbh banyak kesamaan dgn Bumi dibanding dgn planet-planet gas raksasa yg pernah ditemukan sebelumnya(8)

Planet-planet mirip bumi tersebut yg pertama berada di gugusan Leo memiliki massa 21 kali ukuran bumi dan waktu rotasi 264 hari dgn perkiraan jarak lbh kurang 33 tahun cahaya dari Bumi kita sedangkan planet berikutnya berada digugusan Cancer memiliki massa 18 kali dari bumi dan waktu orbit 281 hari dgn jarak dari bumi ini sekitar 41 tahun cahaya. Atas penemuan kedua planet ini baik Barbara McArthur peneliti dari Universitas Texas di Austin maupun Anne Kinney direktur Direktorat Misi Ilmiah Divisi Jagad Raya NASA sama-sama mengungkapkan rasa optimisnya bahwa teka-teki keberadaan makhluk hidup lain diluar bumi akan segera terjawab.

Planet lainnya yg baru ditemukan dan diduga memiliki juga persamaan dgn bumi adl planet yg mengorbit bintang Gliese 876 berjarak sekitar 15 tahun cahaya dari bumi pada arah rasi bintang Aquarius dgn massa sebesar 59 hingga 75 kali massa bumi(9)

Sementara misi antariksa tanpa awak Voyager 1 yg diluncurkan atas kerjasama NASA dan Caltech pada tanggal 5 September 1977 sudah berada diluar tata surya kita dgn jarak 14 milyar kilometer dari planet bumi dan tengah menyelidiki heliopause dan medium antar bintang ini adl satu-satunya benda buatan manusia modern yg berada jauh diruang angkasa sehingga utk dapat menangkap sinyalnya dipusat kontrol Jet Propulsion Laboratory di dekat Pasadena California dibutuhkan waktu lbh dari 13 jam.(10)

Akhirnya bersikap terlalu skeptis terhadap sejumlah kalangan yg menyibukkan dirinya utk melakukan eksplorasi angkasa raya guna menemukan peradaban lain maupun mentertawakan sejumlah penelitian terhadap ilmu pengetahuan yg pernah dicapai oleh nenek moyang manusia dimasa lalu sungguh bukan perbuatan yg bijaksana dan bertentangan dgn kitab suci.

Hai orang-orang yg beriman janganlah kamu memperolok-olok suatu kaum yg lain krn boleh jadi mereka itu lbh baik dari mereka yg mengoloknya; dan jangan juga para wanita saling memperolok sesamanya sebab boleh jadi wanita yg diperolokkan itu lbh baik dari wanita yg memperoloknya ; dan jangan kamu mencela dirimu sendiri serta jangan kamu saling memanggil dgn gelar yg jahat. Sejahat-jahat panggilan adl yg jahat setelah ia beriman dan siapa saja yg tidak bertobat maka mereka adl orang yg zhalim. – Qs. 49 al-Hujuraat : 11

Kita selaku manusia modern ini harus segera berhenti meneruskan perilaku pongah yg disertai stagnasi pendapatnya yg usang keberadaan para aliens alias makhluk berjiwa diplanet bumi yg lain nun jauh dikedalaman langit jangan sampai menimbulkan kekhawatiran berlebihan bahwa pendapat manusia sebagai makhluk termulia akan dilecehkan atau menjadi rusak. Pada hakekatnya manusia ini cuma sekedar makhluk yg hina(11) dgn kediaman berada dipinggiran galaksi tak lbh dari setitik debu berjarak ± 300 juta miliar km dari pusat Bimasakti. Mari kita berhenti berpikir egois dan merasa sebagai makhluk yg paling diperhatikan Tuhan padahal nyaris tiap hari kita melupakan Tuhan dan bergulat dgn dosa zinah korupsi dusta dan seribu satu macam kufur ni’mat lainnya manusia terlampau membumi sehingga tidak kuasa melepas ke-‘akuannya’.
Fadli XII IPA 1